Foto: Petambak asal Desa Tunggulsari, Agus Subekti saat bersedih menyaksikan tambak ikan nila salin miliknya tersapu rob (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Agus Subekti, warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati gelisah akibat banjir rob dua tahun terakhir di desanya.
Banjir rob mengakibatkan lahan permukiman warga dan tambak ikan nila salin tersapu air laut.
Disebutkan, 80 hektare tambak di Desa Tunggulsari terendam banjir rob yang menyebabkan mereka gagal membudidayakan ikan nila salin sebagai mata pencaharian utama mereka.
Terlebih, banjir rob ini menenggelamkan 50 persen Desa Tunggulsari.
“Saya mohon pemerintah, Bapak Presiden, rob ini sudah menenggelamkan hampir 50 persen Desa Tunggulsari, 80 hektare lahan tambak sudah tidak bisa dikelola lagi. Saya tidak meminta kemewahan pelayanan, saya mohon Presiden peduli, sudah dua tahun ini rob melanda menenggelamkan tambak ikan jadi lumpuh,” ungkapnya kepada awak media, baru-baru ini.
Agus mengutarakan kegelisahannya ketika banjir ini membuatnya rugi total.
Ikan-ikan nila yang ia budi daya di tambak sudah tidak lagi produktif.
Sepanjang tahun, ia mengaku selalu gagal panen hingga menyebabkannya hutang ke bank.
“Tambak saya sudah disapu rob sejak dua tahun lalu. Panen setahun dua kali gagal semua,” kata warga RT 01/RW 01 Desa Tunggulsari.
Ia hutang Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp150 juta untuk mengisi ikan di tambaknya, namun hangus lantaran kena terjangan rob.
“Pinjam Rp150 juga BPD untuk tahun ini. Habis biaya banyak untuk beli pakan, ikannya malah pada lepas, padahal sudah dikasih wareng tapi ketinggian airnya melampaui,” ujar Agus.
Menurutnya, terdapat 160 hektare lahan tambak ikan nila salin di Desa Tunggulsari dengan kerugian ditaksir mencapai Rp60 miliar karena rob ini.
Diketahui, Agus memiliki luasan tambak 2 hektare.
Tambaknya yang diisi oleh ikan nila salin dan udang fanami, kini bercampur dengan ikan-ikan lain karena bawaan banjir.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar