ramadan 2026

Sembilan Daerah di Jateng Ajukan Pembentukan Kawasan Industri, Mana Saja? 

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Feb 2026 08:58 0 132 Dian A.

SEMARANG – Mondes.co.id | Sembilan daerah di Jawa Tengah akan mengajukan pembentukan kawasan industri.

Sembilan daerah tersebut meliputi  Rembang, Demak, Kota Semarang, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mengatakan kawasan industri masih menjadi penopang penting dalam menumbuhkan perekonomian.

“Kawasan industri menjadi primadona untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi baru,” kata Luthfi saat menerima Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR di kompleks Kantor Gubernur Jateng, di Kota Semarang, belum lama ini.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan industri akan disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.

Dengan hadirnya kawasan industri, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru akan terbentuk secara lebih merata.

Selain kawasan industri, Luthfi menekankan penguatan sektor UMKM yang jumlahnya hampir 4 juta unit di Jawa Tengah.

Menurutnya, UMKM harus menjadi penggerak ekonomi di level bawah, sekaligus naik kelas ke skala yang lebih besar.

“Sehingga perlu ada pendampingan, modal, kemudian pemasaran, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Pemprov Jateng juga terus mendorong ekonomi kreatif di wilayahnya.

Sebab, sektor tersebut bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Di sektor pariwisata, Luthfi memastikan pengembangan lebih dari 1.000 desa wisata tidak berhenti pada pembentukan semata, melainkan diperkuat melalui pembinaan teknis, pengelolaan, pendanaan, hingga promosi.

“Seribu desa wisata sudah kita ciptakan. Tidak bisa kita lepas begitu saja. Harus ada pembinaan teknis, penguatan pemasaran, pendanaan, pengelolaan, dan promosi,” tegasnya.

Luthfi menyebut, kunjungan Komisi VII juga momentum penting untuk memperkuat langkah strategis Pemprov Jateng.

BACA JUGA :  Bakal Berangkat ke Italia, Krishna Didukung Penuh Bupati Pati

Anggota Komisi VII DPR, Yoyok Riyo Sudibyo menyatakan, siap mengawal penguatan kawasan industri di Jawa Tengah, termasuk jika diperlukan penyempurnaan regulasi agar investasi semakin kondusif.

Sebab, kata dia, Jawa Tengah kini menjadi tujuan relokasi industri.

Karenanya, perlu didukung dengan sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih aturan.

“Jawa Tengah sekarang menjadi primadona investasi. Kawasan industri berkembang luar biasa, termasuk di Batang. Industri dari Jawa Barat dan Jakarta pasti bergeser ke Jawa Tengah karena upah kompetitif dan lahan masih tersedia,” ujar eks Bupati Batang 2012-2017 itu.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini