Foto: Desa Wonosekar meraih peringkat 1 Desa Anti Korupsi se-Kabupaten Pati (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati meraih Peringkat 1 Desa Anti Korupsi se-Kabupaten Pati.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa (Kades) Wonosekar, Zaenuri pada Rabu, 15 April 2026 di Pendopo Kantor Bupati Pati.
Sejumlah pihak terlibat dalam program Desa Anti Korupsi ini.
Desa Wonosekar terpilih jadi yang terbaik di antara 20 desa di Kabupaten Pati yang masuk daftar peserta Desa Anti Korupsi.
Diketahui, Desa Anti Korupsi adalah desa dengan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, guna mencegah penyalahgunaan Dana Desa maupun pungutan liar (pungli).
Menurut Zaenuri, program Desa Anti Korupsi ini gagasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencegah korupsi Dana Desa, suap, dan nepotisme.
“Teknis pemilihannya berawal dari Inspektorat yang berkolaborasi dengan KPK, mengidentifikasi laporan administrasi desa di Dispermades (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa). Programnya KPK ini menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif mencegah korupsi, suap, dan nepotisme. Program ini menekankan pada 5 komponen utama, 18 indikator, dan penanaman 9 nilai integritas, seperti jujur, transparan, dan berani,” jelasnya saat diwawancarai Mondes.co.id, Sabtu, 18 April 2026.
Selama penilaiannya, Desa Wonosekar mengikuti prosedur penginputan dokumen-dokumen desa pada aplikasi Desa Anti Korupsi.
Jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosekar, mulai dari kades, sekretaris desa (Sekdes), kepala seksi (Kasi), kepala urusan (Kaur), dan perangkat desa (Perades) lainnnya ikut serta dalam penginputan.
Baginya, torehan Peringkat 1 Desa Anti Korupsi se-kabupaten ini berkat kekompakan kinerja para aparatur Pemdes dan masyarakat Desa Wonosekar.
“Kami bersyukur pada Allah dan terima kasih pada perangkat desa, stakeholder desa, warga desa, yang ternyata kekompakan keharmonisan warga, serta tanggung jawab perangkat desa pada tugas dan tanggung jawabnya dihadapkan pada penilaian Inspektorat pada dokumen desa yang dikonfirmasi pada BPD (Badan Permusyawaratan Desa), membuahkan hasil maksimal,” ungkapnya.
Menurutnya, hadirnya masyarakat dalam membangun desa amat sangat berdampak pada penilaian itu.
Pasalnya, keharmonisan masyarakat Desa Wonosekar dalam bersinergi bareng aparatur desa dinilai dapat mewujudkan visi misi desa.
“Saya kira semua potensi desa sama, cuma sejauh ini kita keterbukaan transparansi untuk semua kegiatan desa, dan selalu melibatkan elemen masyarakat yang ada di desa kompak. Dengan penghargaan ini harapannya menjadikan Desa Wonosekar lebih baik ke depannya, terutama melayani masyarakat,” ujarnya.
Pemdes Wonosekar akan terus menjalankan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Langkah yang ditempuh yakni dengan melengkapi dokumen administrasi dan dokumen kegiatan desa, serta menjaga keterbukaan publik dalam mengawal perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kerja pemerintah.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar