Foto: MPP Kabupaten Pati terkini (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur skala besar yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati pada tahun anggaran 2026 dipastikan belum menyentuh pengerjaan fisik.
Tertundanya realisasi tersebut, lantaran proses perencanaan tertahan, demi menunggu asistensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Arief Wahyudi, membenarkan bahwa tiga klaster proyek strategis daerah hingga kini masih tertahan di meja perencanaan.
“Yang besar-besar belum ada yang berjalan karena masih dalam tahap perencanaan. Yang sudah jalan baru pembongkaran trotoar Jalan Panglima Sudirman itu saja,” ungkapnya, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurutnya, penundaan ini murni karena kepatuhan regulasi dan aspek kehati-hatian anggaran.
Pihaknya harus menunggu lampu hijau, setelah pimpinan daerah melakukan koordinasi dengan lembaga antirasuah.
“Kita jalankan setelah perencanaan selesai. Kemarin juga ketahan karena disuruh menunggu Pak Plt Bupati asistensi ke KPK dulu,” ujarnya.
Berdasarkan data dari DPUTR Kabupaten Pati, tiga proyek besar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut, meliputi renovasi empat pasar daerah senilai Rp5 miliar.
Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk membenahi pusat perekonomian warga di empat kecamatan.
Adapun rinciannya yakni Pasar Puri senilai Rp1,59 miliar, Pasar Trangkil senilai Rp1,34 miliar, Pasar Kayen senilai Rp1,29 miliar, dan Pasar Porda Juwana senilai Rp756 juta.
Selanjutnya, rehabilitasi Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Pati.
Proyek ini mendapatkan anggaran dana sebesar Rp1,3 miliar.
Fokus utama perbaikan MPP Kabupaten Pati pada perbaikan struktur atap gedung yang kondisinya sudah keropos akibat lapuk dan serangan rayap.
Upaya ini demi menjamin kenyamanan pelayanan publik.
Pemkab Pati juga melakukan penataan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayen.
Fasilitas kesehatan milik daerah ini digelontor anggaran sebesar Rp1,7 miliar.
Dana tersebut diproyeksikan khusus untuk membangun ruang hemodialisa baru.
Fasilitas cuci darah yang baru itu berguna meningkatkan layanan medis bagi masyarakat Kabupaten Pati bagian selatan.
Sementara, satu-satunya kegiatan fisik yang sudah menampakkan aktivitas di lapangan adalah proyek pembongkaran trotoar di sepanjang Jalan Panglima Sudirman Pati.
Proyek ini menyerap anggaran sebesar Rp140 juta.
Sebagai informasi, pembongkaran trotoar tersebut pengerjaannya sudah dimulai sejak 18 Mei lalu dan ditargetkan selesai pada 15 Agustus 2026 mendatang.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini