Foto: Benda bersejarah yang merupakan Lingga di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Terdapat sebuah benda bercorak kuno di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati.
Benda misterius itu menancap di tanah dan berada di tengah persawahan desa tersebut.
Menurut penuturan tetua desa, Rastowo, benda tersebut sering dijadikan warga Desa Sinomwidodo untuk memuja leluhur.
Bahkan, benda misterius tersebut dicap sebagai hasil kutukan.
Namun, sejak 2021 kebenaran pun terungkap.
“Sebelum diteliti, menurut cerita nenek moyang dari dulu benda ini dimitoskan orang sini sebagai orang yang dikutuk. Dulu waktu saya kecil mitosnya juga begitu,” ungkapnya kepada awak media, Rabu, 15 Juli 2026.
Rastowo menyampaikan, arkeolog telah meneliti benda tersebut.
Ternyata benda tersebut merupakan ornamen bersejarah peninggalan kerajaan Hindu.
Disebutkan bahwa benda yang selama ini dipuja adalah lingga.
Lingga merupakan tugu batu yang memanifestasikan dewa berdasarkan agama Hindu.
“Lima tahun yang lalu diteliti oleh arkeolog dari Semarang, katanya ahli artefak namanya Lingga. Benda ini harusnya gandengannya Yoni, tapi tidak ada Yoni, entah diambil orang atau bagaimana,” ungkap Rastowo.
Peneliti dan warga setempat pun belum bisa memperkirakan dibangunnya Lingga tersebut.
Pasalnya, tidak ditemukan Yoni, yang merupakan pasangan benda bersejarah itu.
Di mana, seharusnya Yoni memperlihatkan catatan riwayat dibangunnya Lingga menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.
“Pihak desa tidak tahu arsipnya, tetapi dengan adanya penelitian memastikan bahwa ini bukan mitos. Ini nyata dari ahli artefak bahwa ini Lingga dan dulu ada Yoni-nya, di Yoni ada keterangan tahunnya,” tuturnya.
Menurutnya, peran peneliti sangat berdampak positif.
Awalnya masyarakat mengira benda ini membawa dampak negatif, akhirnya punya jawaban ilmiah dari ahli di bidangnya.
“Kalau sudah diteliti bagus, kata ahli artefak sebagai tanda kemakmuran pertanian. Daripada dulu beredar mitos ndak ada ujungnya malah menyesatkan masyarakat, dulu dipuja-puja sangat negatif,” jelasnya.
Kepala Desa (Kades) Sinomwidodo, Rakimin, senang ketika ada kejelasan informasi dari peneliti.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati mengenai tindak lanjut adanya temuan Lingga di desanya.
“Kami malah senang kalau arkeolog meneliti biar ada kejelasan, bahwa zaman kerajaan dahulu ada peninggalan di sini, biar cerita negatif yang beredar di masyarakat turun-temurun ada kejelasan. Harapan kami Dinas Kebudayaan dan tim meneliti kejelasannya kalau memang ini peninggalan zaman dahulu,” ucapnya.
Pihaknya pun tak mau melepas Lingga ini karena sudah menjadi warisan di Desa Sinomwidodo dari dulu kala.
“Sejak saya lahir sudah ada, saya nggak berani langsung melepas. Kita akan koordinasi dengan tokoh-tokoh yang lain juga,” pungkasnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini