Foto: Anak-anak SD di Rembang sedang menyantap makanan progam MBG (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang menunjukkan progres yang signifikan.
Sejak diluncurkan pada Februari 2025, program unggulan pemerintah ini telah menjangkau 104.558 penerima manfaat hingga Januari 2026.
Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi pelajar di seluruh wilayah Rembang.
Wakil Bupati Rembang, H.M. Hanies Cholil Barro’, menyampaikan bahwa infrastruktur pendukung program terus diperkuat.
Saat ini, tercatat sebanyak 43 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi secara aktif, setelah mengantongi izin operasional resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sementara itu, 39 SPPG lainnya saat ini masih dalam tahap persiapan intensif.
”Sudah 43 SPPG yang beroperasi. Seluruh perizinannya lengkap dan telah mendapatkan izin operasional dari BGN. Bagi SPPG yang belum beroperasi, Pemkab akan terus mendorong agar segera bisa berjalan,” ujar Wakil Bupati, Jumat (23/1/2026).
Pemerintah Kabupaten Rembang menargetkan pemerataan jangkauan agar seluruh sekolah mendapatkan manfaat yang setara.
Hingga saat ini, SPPG dipastikan telah tersedia di seluruh kecamatan, sehingga program MBG telah dirasakan merata di 14 kecamatan di Kabupaten Rembang.
Berdasarkan data Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Rembang, sebaran SPPG ada 11 di Kecamatan Rembang, jumlah ini terbanyak di antaranya kecamatan lainnya.
Kecamatan Lasem, Sarang, dan Kragan masing-masing ada 5 SPPG.
Kemudian, Kecamatan Sedan dan Sulang masing-masing 3 SPPG.
Kecamatan Kaliori, Sumber, dan Pancur dengan masing-masing 2 SPPG.
Sedangkan lima kecamatan lainnya, masing-masing terdapat 1 SPPG.
Kabar baik bagi keberlanjutan program ini adalah adanya penambahan kuota SPPG untuk wilayah Kabupaten Rembang.
Badan Gizi Nasional secara resmi meningkatkan kuota dari semula 65 SPPG menjadi 104 SPPG.
Penambahan ini membuka peluang besar bagi perluasan layanan MBG ke lebih banyak sekolah dan pelajar di masa depan.
”Pemerataan ini penting, karena di beberapa wilayah masih ada sekolah yang sudah menerima manfaat, sementara sekolah lain belum. Dengan penambahan kuota ini, kita harapkan jangkauan layanan semakin luas,” pungkas Hanies Cholil Barro’.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar