Mantab! Inovasi Pertama di Indonesia, Polres Trenggalek Luncurkan Visualisasi Uji Praktik SIM

TRENGGALEK-Mondes.co.id| Guna mewujudkan semangat transparansi serta memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, kembali jajaran Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek luncurkan inovasi baru.

Salah satunya, bahkan di klaim merupakan program yang pertama kali ada di Indonesia. Yakni layanan visualisasi uji praktik Surat Izin Mengemudi (SIM). Salah satu poin nya, layanan tersebut akan mempermudah bagi pemohon SIM untuk bisa melihat secara langsung nilai ujian praktik mengemudi sesaat setelah mereka melintasi halang rintang menaiki motor.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kapolres Trenggalek, AKBP Dony Satria Sembiring saat dikonfirmasi Mondes.co.id usai seremoni launching jika layanan yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan kwalitas layanan publik sesuai tugas dan fungsi jajarannya.

“Salah satu layanan yang kami luncurkan adalah visualisasi hasil uji praktik SIM. Secara substansial, itu akan memberikan kepastian kepada para pemohon SIM mengenai ujian yang dilaksanakan mereka,” kata Kapolres, Senin (31/5/2021).

Dirinya menambahkan, dengan begitu (visualisasi) dipastikan akan lebih membuat masyarakat terpuaskan. Karena, dengan program ini para pemohon yang tidak lulus dan kemudian mereka ingin komplain, “Kami bisa menampilkan rekaman hasil uji praktik di ruang visualisasi tersebut. Mereka bisa melihat sendiri kesalahannya di mana,” imbuhnya.

Untuk alur layanan ini, lanjut lulusan Akpol 2000 tersebut, kepada pemohon SIM akan tetap melakukan uji praktik sesuai aturan yang berlaku. Diantaranya, wajib melalui beberapa halang rintang yang tersedia di Satlantas Polres Trenggalek. Sedangkan pada halang rintang, telah dilengkapi kamera pengawas dan sensor di beberapa titik. Dan untuk bisa dinyatakan lulus, pemohon bisa melakukan kesalahan hanya sebanyak dua kali. Lebih dari itu, mereka dianggap tak lulus uji praktik

“Setiap gerak pemohon uji SIM yang mempraktikan kemampuan mengendarai motor di halang rintang akan terekam secara langsung. Saat pemohon melakukan kesalahan ketika praktik, alarm akan berbunyi dan lampu peringatan akan menyala,” jelas AKBP Dony.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih ikut menandaskan, bahwa bagi para pemohon dalam aplikasi dimaksud akan dimodali dengan nilai 100 ketika uji praktik. Namun, ketika melakukan satu kesalahan, nilainya akan dikurangi 15.

“Agar bisa lulus, minimal nilainya 70. Sehingga maksimal kesalahan yang boleh dilakukan sebanyak 2 kali. Lebih dari itu dianggap tidak lulus,” ujarnya.

Kasatlantas asli Purbalingga ini tak menampik, program digitalisasi di halang rintang sebenarnya telah diterapkan beberapa Mapolres di Indonesia. Akan tetapi untuk visualisasinya, “Merupakan yang pertama,” tambah Imam Mustolih.

Untuk informasi, dalam kesempatan yang sama Satlantas Polres Trenggalek juga meluncurkan mobil Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR).
Mobil INCAR ini berfungsi seperti Electronik Traffic Law Enforcement (ETLE). Namun penggunaannya tak menetap seperti pada kamera CCTV yang terintegrasi lampu lalu lintas. Sistem penilangan lewat mobil INCAR selayaknya penilangan pada ETLE.

“Ini fungsinya ‘mobiling’. Alat terpasang pada mobil patroli dengan dilengkapi kamera beserta perangkat teknisnya. Mobil ini akan menyisir pelanggaran lalu lintas di jalanan. Di Jawa Timur, ada tujuh Polres yang direncanakan menggunakan mobil sejenis. Dan jajaran kami (Polres Trenggalek) yang pertama mengoperasionalkannya,” pungkasnya.

(Heru/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.