Foto: Pelantikan DPD LDII Kabupaten Pati masa bhakti 2025-2030 (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar pelantikan jajaran pengurus masa bhakti 2025-2030 di Pendopo Kantor Bupati Pati, Sabtu, 9 Mei 2026.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Pati masa bhakti 2025-2030, dr. Agung Andre Setyabudi secara resmi dilantik.
Ia menyampaikan, DPD LDII Kabupaten Pati berkomitmen untuk hadir di masyarakat Kabupaten Pati dalam pembangunan daerah, terutama kesehatan.
Pihaknya berfokus untuk membersamai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam menekan angka stunting di Bumi Mina Tani.
“Harapan kami di kepengurusan DPD LDII yang baru dilantik, kami akan berkontribusi nyata kepada masyarakat, warga Kabupaten Pati dalam pembangunan Kabupaten Pati. Mulai dari SDM (Sumber Daya Manusia), dari kesehatannya, energi, terkait dengan ketahanan pangan, sebagai bukti nyata,” ungkapnya saat diwawancarai awak media selepas pelantikan.
Ia mengatakan, sebanyak 8.000 penganut LDII di Kabupaten Pati akan berkolaborasi dengan Pemkab Pati dalam memberikan penyuluhan kesehatan di masjid maupun pondok pesantren (Ponpes).
Langkah nyata ini akan dimasukkan oleh DPD LDII Kabupaten Pati untuk menebar manfaat kepada masyarakat secara luas.
“Salah satunya nanti akan kolaborasi terkait dengan Dinas Kesehatan terkait stunting yang cukup banyak. Kami fasilitasi penyuluhan di masjid dan pondok pesantren LDII. Warga LDII di Pati ada 8.000 yang mana nanti akan berkontribusi besar dalam penurunan angka stunting di LDII sendiri dan masyarakat Kabupaten Pati,” tegas dr. Andre.
Dalam sambutan, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan butuh peranan LDII untuk memajukan Kabupaten Pati.
Pemkab Pati akan selalu menggandeng elemen manapun, termasuk LDII untuk membangun Kabupaten Pati menjadi lebih baik dan maju.
“Pati ini luar biasa, momentum ini tidak menjadikan momen negatif, momen semangat kebersamaan warga Kabupaten Pati untuk berupaya menginformasikan dan menyampaikan ilmu kita untuk membangun Kabupaten Pati. Pati tidak bisa dari Pemerintah Kabupaten saja untuk membangun, karena kami butuh saran dari bapak-bapak semua, khususnya teman-teman LDII,” ujar pria dengan sapaan Chandra.
Koordinasi dengan organisasi masyarakat (Ormas) maupun lembaga-lembaga daerah, sangat penting untuk mewujudkan program yang efektif dan efisien.
Bagi Chandra, kinerja yang baik dilakukan oleh super tim, bukan superman.
“Kita bersama berpikir menanggapi cita-cita untuk Kabupaten Pati karena masalah kalau dipikirkan bersama lebih efektif. Saya sendiri setiap dalam kegiatan meminta masukan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), lembaga terkait,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar