Kurang Dari 24 jam, Polres Trenggalek Berhasil Amankan 9 Pelaku Pengeroyokan di Gandusari


TRENGGALEK-Mondes.co.id| Gerak cepat, anggota Satreskrim Polres Trenggalek berhasil ungkap kasus pengeroyokan sekelompok pemuda di wilayah Kecamatan Gandusari pada Minggu (5/12) dini hari.

Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, 9 orang terduga penganiayaan telah diamankan. Adapun ke-9 orang tersebut diantaranya adalah AFT (21), MYT (18), AIS (20), RN (19) warga Kecamatan Gandusari dan BW (18) warga Kecamatan Kampak.

Namun, dari keseluruhan pelaku ada 4 orang yang dilakukan diversi karena masih dibawah umur. Hal itu, terungkap dalam press release yang digelar oleh Korp Bhayangkara wilayah Trenggalek, Selasa (7/12/2021).

Kepada awak media, Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera menyatakan jika pihaknya memang mengamankan 9 orang yang diduga kuat telah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama di muka umum terhadap sejumlah korban.

“Kami memang sudah mengamankan total ada 9 orang bersama barang buktinya. Namun terhadap  4 orang diantaranya, dilakukan diversi karena masih di bawah umur. Untuk saat ini pelaku kita amankan di Mapolres guna proses lebih lanjut,” sebutnya.

Menurut Kapolres ramah ini, peristiwa tersebut sebenarnya berawal dari perselisihan paham yang kemudian berujung pada cekcok mulut dan saling ejek. Akibat emosi tak terkendali, “akhirnya terjadilah penganiayaan secara bersama-sama hingga mengakibatkan beberapa korban mengalami luka-luka,” imbuh AKBP Dwiasi.

Dengan kejadian itu, lanjut dia, para korban kemudian membuat laporan resmi kepada piket Polres Trenggalek. Mendapat laporan, dengan cepat jajaran Satreskrim Polres Trenggalek pun segera turun tangan.

“Bersyukur, kurang dari 1X24 jam seluruh pelaku bisa diamankan bersama sejumlah barang bukti tindak pidananya. Seperti, satu unit sepeda motor, beberapa batu, batang kayu, kaos, sabit, helm dan celana,” jelasnya.

Dan guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, terhadap para pelaku ini akan dijerat dengan pasal Pasal 170 Ayat (2) ke-1e KUHPidana Dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun. Selain itu, lulusan Akpol 2002 tersebut juga memberikan imbauan kepada masyarakat, agar tidak mudah terprovokasi maupun main hakim sendiri sehingga dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat, agar mampu meredam emosi, jangan mudah terprovokasi dan main hakim sendiri. Saat ada masalah, selesaikan saja melalui jalur hukum sehingga tidak malah merugikan diri sendiri ataupun orang lain,” imbau AKBP Dwiasi.

(Heru/mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.