Foto: Petugas Damkar Kabupaten Pati saat memadamkan api (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat (Damkar Linmas) mencatat sejumlah kejadian kebakaran pada Juni 2026 ini.
Apalagi, bulan ini sudah menunjukkan musim kemarau tiba.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Damkar Linmas Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo, cuaca panas yang melanda Bumi Pesantenan ini, menjadi salah satu faktor maraknya kebakaran menjadi lebih luas.
Masyarakat perlu waspada dalam bertindak agar tidak ceroboh.
Ia menyampaikan rentetan kebakaran yang mulai terjadi sejak awal Juni.
Beberapa kejadian tercatat di PT Dua Putra Utama Makmur di Jalan Pati-Juwana, kemudian kebakaran lainnya di antaranya yang terjadi di Kecamatan Kayen, Jaken, Sukolilo, Trangkil, dan Winong.
“Kalau dihitung ada beberapa kejadian yang waktunya hampir berturut-turut, seperti tanggal 6, 10, 13, 16, 17, dan 21 Juni. Semoga tidak berlanjut,” ujarnya, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sebagian besar kebakaran dipicu faktor kelalaian manusia.
Meski terdapat kasus akibat korsleting listrik seperti yang terjadi di PT Dua Putra Utama Makmur, kebakaran rumah warga umumnya bermula dari aktivitas membakar sampah yang tidak diawasi.
“Kalau kebakaran rumah rata-rata karena kelalaian, salah satunya masyarakat membakar sampah kemudian ditinggal,” katanya.
Di samping itu, ada juga kejadian pembakaran rumah yang disengaja di Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo.
Lalu, kebakaran saat karnaval di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil.
Guna mempercepat penanganan, Tim Damkar Kabupaten Pati saat ini memiliki tiga pos pelayanan, yakni di Markas Komando (Mako) Damkar Kecamatan Pati, Pos Damkar Kecamatan Kayen dan Juwana.
Tim Damkar Kabupaten Pati didukung 50 personel dan 6 armada.
“Ada 6 unit armada ditempatkan di Mako Pati. Sedangkan, masing-masing 1 unit armada berada di Pos Kayen dan Pos Juwana,” jelasnya.
Kendati demikian, petugas masih menghadapi sejumlah kendala saat melakukan pemadaman, terutama ketersediaan sumber air di lokasi kejadian.
“Kendala utama saat ini adalah air. Kapasitas mobil pemadam sekitar 4.000 liter. Kalau harus kembali ke pos untuk mengisi ulang, tentu membutuhkan waktu, padahal dalam penanganan kebakaran waktu sangat menentukan,” ungkapnya.
Selain menangani kebakaran, Tim Damkar Kabupaten Pati juga melayani berbagai permintaan penyelamatan non kebakaran.
Layanan yang paling sering diterima antara lain evakuasi sarang tawon, evakuasi ular, hingga membantu masyarakat melepaskan cincin yang tersangkut di jari.
Menurut Dwi, tingginya permintaan layanan tersebut, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Tim Damkar Kabupaten Pati masih cukup baik.
Menghadapi musim kemarau, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di tingkat kecamatan.
Masyarakat diimbau tidak meninggalkan api yang masih menyala, termasuk saat membakar sampah atau menghangatkan kandang ternak.
“Kalau terjadi kebakaran segera laporkan kepada petugas pemadam kebakaran. Jangan menunggu api membesar karena dalam waktu 10 sampai 20 menit saja kebakaran bisa menghabiskan satu rumah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca panas diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus 2026 mendatang.
“Kami mengimbau masyarakat selalu berhati-hati saat menggunakan api. Walaupun hanya membakar sampah, dampaknya bisa meluas apabila tidak diawasi dengan baik,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar