PASANG IKLAN DISINI

Bernostalgia, Warga Tanjung Nyalakan Oncor di Malam Takbiran

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Apr 2024 06:50 0 116 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Banyak cara dilakukan untuk menyambut malam Idulfitri. Hal ini sebagaimana dilakukan warga Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji.

Mereka rame-rame menyalakan oncor atau obor di malam takbiran atau 1 Syawal 1445 Hijriah.

Tidak hanya menyalakan oncor untuk bernostalgia, mereka juga berjalan kaki keliling kampung sambil membawa seribu oncor. Dimulai dari Wisata Kali Bening menuju Lapangan Gronggong.

Tidak hanya umat Islam yang ikut merayakan, tapi juga ada warga Hindu, dan Budha yang berpartisipasi. Mereka kompak memeriahkan gema takbir desa Tanjung dengan oncor.

Zaenal Arifin Ketua Panitia menyampaikan, oncor sebagai manifestasi Nabi dalam menerangi zaman dari Jahiliyyah menuju Islamiyyah. Laksana lampu yang mencerahkan di kegelapan malam.

“Adapun untuk seribu adalah akronim dari kebahagiaan berseri-seri dan berbunga-bunga atas nikmat dapat berjumpa dengan Ramadhan 1445 H kali ini,” papar Zaenal Arifin.

Oncor yang notabene lampu zaman dahulu dipopulerkan kembali, lantaran identik dengan santri ketika hendak mengaji.

“Beberapa waktu lalu, terdapat sejumlah santri Lirboyo kediri yang mengabdi di Tanjung. Mereka membawa nuansa yang mendidik, baik secara keagamaan maupun tradisi Jawa dan oncor adalah representasinya,” ujar dia.

Ketua RT 32 RW 5, Ngatori mengatakan, animo masyarakat begitu tinggi atas Gema Takbir Seribu Oncor di Desa Tanjung. Pasalnya, agenda tersebut dihiasi dengan oncor yang membawa ingatan ke zaman dulu.

“Oncor atau lampu zaman dulu ini mulai populer kembali. Masyarakat berseri dan berbunga-bunga atas agenda perdana ini. Kami berharap gema takbir seribu oncor dapat berlangsung kembali di tahun depan,” ujar Ngatori.

Baca Juga:  Patroli Sejumlah Gereja, Pastikan Perayaan Paskah Berjalan Aman

Pada penghujung acara, sejumlah tokoh masyarakat berkumpul lalu menyalakan oncor yang sudah disiapkan di lapangan. Api kecil pun menghiasi dalam gelapnya malam.

Kilauan ribuan oncor itu ditemani dengan alunan puisi Gus Mus yang berjudul ‘Selamat Idul Fitri’. Zaenal Arifin selaku yang membawakan, berhasil menghipnotis penonton untuk hanyut dalam renungan.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini