Kajari Pati Bersama Ikatan Adiyaksa Darmakarini (IAD) Gelar Baksos di Desa Kasiyan

PATI-Mondes.co.id| Gelar bakti sosial pasca banjir, Kejaksaan Negeri Pati berikan bantuan di Dukuh Penggingwangi, Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pada, Kamis (25/2/2021).

Bakti sosial Kejaksaan yang dipimpin, Kepala Kejaksaan Negeri Pati, Mahmudi, S.H, M.H bersama seluruh jajaran dan Ikatan Adiyaksa Darmakarini (IAD) menyalurkan ratusan paket sembako, obat – obatan dan keperluan lain. Sasaran kali ini di Desa Kasiyan yang terdampak banjir cukup parah, Korp Adiyaksa serahkan secara langsung bantuan kepada korban terdampak banjir.

“Kegiatan sosial kali ini sudah di rencanakan jauh-jauh hari sejak banjir melanda Kabupaten Pati, namun berhubung ada pergantian kepemimpinan baksos ini sempat tertunda,” terang Kajari.

Lebih lanjut, Kajari Pati Mahmudi, yang baru menjabat beberapa hari di Kabupaten Pati, langsung tergerak untuk tinjau lokasi. Saat ini situasi Kabupaten Pati di beberapa wilayah masih terdampak banjir. Hal ini yang membuat Korp Adiyaksa terketuk untuk bisa saling bantu terhadap korban banjir.

Bersama dengan jajarannya Kajari menyerahkan bantuan berupa Paket Sembako kepada warga masyarakat terdampak Banjir, bantuan yang kami salurkan berupa paket sembako.

“Semoga bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat bagi warga yang terdampak, dan musibah banjir ini yang melanda Desa Kasiyan segera surut dan masyarakat bisa beraktifitas kembali,” harap Mahmudi.

Sementara, Kepala Desa Kasiyan Rumaji juga menambahkan, ada sedikitnya 67 rumah, 97 KK, dan 231 jiwa di Dukuh Penggingwangi yang terdampak banjir, hingga sekarang banjir masih belum surut. Pihaknya berharap ada solusi dari pemerintah Kabupaten Pati mengatasi persoalan ini, mengingat banjir tak kunjung surut.

“Banjir di sini masih belum surut, ada 67 rumah, 97 KK, dan 231 jiwa yang terdampak, banjir sudah hampir 3 bulan merendam pemukiman warga, kami berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah terkait untuk dapat segera melakukan normalisasi sungai, atau pompa penyedot,” pungkas Kades Kasiyan.

(Donny/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.