Gubernur Luthfi Doakan Korban Kecelakaan Kereta di Semarang, Pastikan Bantuan Perawatan

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Jul 2026 23:15 0 260 Dian A.

SEMARANG – Mondes.co.id | Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang kereta api Jalan Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang pada Senin (20/7/2026).

gempur rokok ilegal rembang

Peristiwa bermula dari sebuah sepeda motor Honda Supra yang ditumpangi tiga orang, nekat menerobos perlintasan hingga tertabrak kereta barang yang melakukan perjalanan dari arah barat ke timur.

Diketahui, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

Akibat peristiwa ini, seorang siswa Sekolah Dasar (SD) dilaporkan meninggal dunia,  sementara dua korban lainnya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Korban meninggal berinisial HRA (9), warga Kaliasin, Kecamatan Semarang Utara.

Dua korban lainnya, yakni ZIA (12) dan Rujito (45), mengalami luka pada bagian kepala dan menjalani perawatan medis.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa kecelakaan di perlintasan kereta api tersebut.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran,” kata Luthfi.

Menurutnya, peristiwa tersebut sangat mengetuk hati, terlebih terjadi saat anak-anak hendak berangkat sekolah pada awal tahun ajaran baru.

Ia mengajak masyarakat mendoakan korban meninggal, serta kesembuhan bagi dua korban yang masih dirawat.

“Kita doakan yang sudah mendahului mendapatkan husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan,” ujarnya.

Selain menyampaikan belasungkawa, pada kesempatan itu, Luthfi menyerahkan bantuan dan memastikan Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan rumah sakit terkait perawatan dua korban.

“Rumah sakit saya perintahkan untuk membantu penuh. Nanti Dinas Kesehatan berkoordinasi agar penderitaan keluarga itu dapat diringankan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Madrasah di Pati Diimbau Gencarkan Pembinaan Karakter dan Moral Pelajar 

Berdasarkan keterangan kepolisian, petugas penjaga perlintasan telah menutup palang pintu dan memberikan peringatan kepada pengendara.

Namun, pengendara sepeda motor tetap melintasi rel kereta.

Akibatnya, kendaraan bagian belakang kendaraan tertabrak kereta.

Tabrakan tersebut membuat ketiga korban dan sepeda motor terpental hingga ke pembatas jalan.

Saat dievakuasi, para korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan kemudian dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang.

Luthfi meminta peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang kereta api.

Masyarakat diminta tidak menerobos ketika petugas telah memberikan peringatan maupun ketika sirene perlintasan berbunyi.

“Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi bunyi peringatan, palang pintu belum turun pun harus berhenti,” katanya.

Ia mengingatkan, kecepatan dan jarak kereta api sulit diperkirakan oleh pengendara.

Karena itu, kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas menjadi hal penting untuk mencegah kecelakaan serupa.

“Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra 

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini