PATI – Mondes.co.id | Musim arus mudik Lebaran selalu menghadirkan dinamika yang tidak hanya dirasakan para pemudik di jalan, tetapi juga oleh petugas di balik layar. Salah satunya adalah operator Call Center 110 yang siaga 24 jam menerima laporan, keluhan, hingga permintaan bantuan masyarakat.
Briptu Dony Ari Wibowo, Banit Operator 110 SPKT Polresta Pati, telah merasakan langsung tekanan sekaligus makna mendalam dari pekerjaannya. Baginya, setiap panggilan yang masuk bukan sekadar laporan, melainkan harapan.
“Yang terlintas di pikiran saya sederhana! mungkin di ujung telepon sana ada seseorang yang benar-benar butuh pertolongan. Jadi tidak ada waktu untuk ragu,” ungkapnya, Minggu, 22 Maret 2026.
Di saat banyak orang berkumpul bersama keluarga, operator 110 justru tetap berjaga. Briptu Dony menyebut, itulah konsekuensi sekaligus panggilan hati.
Pengalaman membekas bagi Briptu Dony adalah saat membantu seorang ibu yang kehilangan anaknya di tengah keramaian. Dengan koordinasi cepat bersama petugas di lapangan, anak tersebut akhirnya berhasil ditemukan.
“Saat ibu itu menelepon kembali hanya untuk mengucapkan terima kasih, itu momen yang tidak akan saya lupakan,” tuturnya haru.
Kapolresta Pati melalui KA SPKT Polresta Pati Ipda Sismiyarto menegaskan bahwa operator 110 merupakan ujung tombak pelayanan cepat kepolisian. “Mereka harus mampu menerima, memilah, dan meneruskan informasi secara akurat dalam waktu singkat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesiapan mental, komunikasi yang baik, serta sikap humanis menjadi kunci utama dalam menghadapi lonjakan laporan selama arus mudik.
Melalui dedikasi para operator Call Center 110, pengamanan dan pelayanan selama arus mudik Lebaran dapat berjalan lebih optimal. Mereka mungkin tak terlihat di lapangan, namun selalu hadir di setiap panggilan darurat—mendengar, peduli, dan menjadi penghubung pertama menuju pertolongan.
(red)
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar