Dekranasda Sukses Sulap Puluhan Anak Muda Jepara Jadi Kreator Batik

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Jul 2026 15:51 0 223 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Sebuah transformasi besar baru saja lahir di Bumi Kartini.

DBHCHT TRENGGALEK

Sebanyak 30 anak muda pelaku Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 resmi lulus, setelah digembleng selama 250 Jam Pelajaran (JPL) atau sekitar 32 hari.

Prosesi kelulusan yang digelar di Lantai 2 Gedung Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara pada Senin (20/7/2026) ini, menjadi babak baru lahirnya para penggerak ekonomi kreatif di sektor fesyen dan batik.

Bukan sekadar seremonial penutupan biasa, acara ini disulap menjadi panggung fashion show.

Para peserta langsung unjuk gigi memamerkan busana dan kain batik hasil goresan tangan mereka sendiri selama pelatihan.

Dari yang awalnya awam, kini mereka mampu menciptakan produk bernilai jual tinggi yang langsung melenggang di atas catwalk.

Ketua Panitia Penyelenggara PKW, Ary Bachtiar, menegaskan bahwa program ini didesain untuk mencetak bos-bos muda baru, bukan sekadar buruh terampil.

“Selama 32 hari, peserta kami bekali secara utuh. Mulai dari urusan teknis seperti batik tulis, batik cap, dan teknik menjahit modern, hingga fondasi bisnis seperti manajemen usaha, pembentukan karakter, dan strategi pemasaran digital (digital marketing),” jelas Ary.

Dengan formula ini, para lulusan diharapkan tidak gagap teknologi dan mampu langsung bertarung di pasar digital setelah pelatihan selesai.

Apresiasi tinggi datang dari Wakil Ketua Dekranasda Jepara, Inez Hajar, yang hadir mewakili Ketua Dekranasda Hj. Laila Saidah Witiarso.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Kursus dan Pelatihan, Ditjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Jepara.

BACA JUGA :  Ramadan Cek, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Ngawen Blora Turun

Menurut Inez, program ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi penerus yang akan menjaga identitas daerah.

“Kami berharap lahir pengrajin-pengrajin muda yang kreatif dan inovatif. Mereka tidak hanya menciptakan produk berkualitas dan membuka lapangan kerja baru, tetapi juga menjadi garda depan dalam melestarikan warisan budaya batik Jepara,” harap Inez.

Agar ilmu yang didapat tidak menguap begitu saja, seluruh peserta langsung membawa pulang “modal perang”.

Dekranasda menyerahkan bantuan stimulan berupa peralatan membatik dan perlengkapan wirausaha lengkap kepada 30 peserta.

Bantuan ini diharapkan menjadi pemantik utama bagi para wirausaha muda ini untuk langsung membuka rumah produksi mandiri di desa masing-masing, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar.

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini