Misteri Tongtek Maut Talun Pati, Keluarga Korban Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku Lain

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Okt 2026 16:51 0 85 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Keluarga dan kerabat Farel, korban pembunuhan tragedi tongtek di Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati beberapa bulan yang lalu, masih berjuang menuntut keadilan.

DBHCHT TRENGGALEK

Mereka berupaya menemui Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pati, Kombes Pol Sigit di Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Pati, Senin, 26 Oktober 2026.

Audiensi bersama Polresta Pati telah berlangsung dua kali.

“Meminta kejelasan tentang kasus anak kami (Farel) korban pembunuhan sebulan yang lalu sudah ke sini. Kita menanyakan sejauh mana penyidikan yang dilakukan Polresta Pati yang kabarnya menunggu asistensi dari Polda Jateng melakukan pengembangan ulang,” ujar bibi almarhum Farel, Nailis kepada awak media.

Pihaknya meminta polisi mengusut tuntas, demi menegakkan keadilan.

Terlebih, ada indikasi dugaan pelaku baru berinisial L dan W.

Temuan ini semakin jelas karena sehari setelah kejadian malam mencekam, Kepolisian Sektor (Polsek) Kayen membeberkan para pelaku kerusuhan.

Wajah L dan W difoto dan diposting di media sosial (medsos).

Nailis menyayangkan karena L dan W tak kunjung ditangkap.

Terlebih, pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka hingga pidana, baru empat orang.

“Segera usut tuntas. Kami cuma minta keadilan. Lanjutan kasusnya ada dua nama ini yang sempat diungkap Polsek Kayen, tetapi sampai hari ini masih bebas di mana-mana L dan W,” ungkapnya.

Menurut keterangan saksi yang diterimanya, L berperan sebagai orang yang memprovokasi.

Sementara, W berperan sebagai salah satu pengeroyok almarhum Farel.

“Dari keterangan saksi dua orang ini pertama kali yang memanggil, sama yang memiliki korban. Teman-temannya ada yang lihat,” urainya.

BACA JUGA :  Kretek Kudus Bakal Dikenalkan pada Pameran Museum Monumen Pers Nasional 

Keberadaan L dan W masih misterius setelah peristiwa pengeroyokan itu.

Oleh sebab itu, Polresta Pati didesak untuk mengejar terduga pelaku, termasuk siapapun yang menganiaya keponakan Nailis.

“Yang satu di bawah umur, yang satu di atas umur (usia 21 tahun). Dari keluarga masih ada dugaan pelaku lain karena saksi-saksi. Korban digeletakkan dan dikerubuti banyak lebih dari 10 orang, kok tersangkanya cuma 4,” pungkasnya.

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini