Foto: Bupati Rembang, Harno, saat menyalurkan bantuan bagi korban bencana kebakaran (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap warga yang tertimpa musibah.
Pada Jumat (19/6/2026), Bupati Rembang, H. Harno, meninjau langsung sekaligus menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Dusun Kaligung, Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.
Kehadiran orang nomor satu di Rembang tersebut didampingi oleh jajaran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Kaliori, serta Pemerintah Desa (Pemdes) Meteseh.
Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Harno berupa uang tunai dan paket sembako tersebut ditujukan kepada Sumini, warga RT 01/RW 04 Dusun Kaligung, Desa Meteseh yang rumahnya ludes terbakar pada Senin (1/6/2026) lalu.
Berdasarkan data yang dihimpun, musibah kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp123 juta.
Rincian kerugian meliputi uang tunai sebesar Rp10 juta, perhiasan senilai Rp12 juta, satu unit sepeda motor, serta bangunan rumah yang rata dengan tanah.
Dalam kunjungan kerjanya, Bupati Rembang, Harno, menyampaikan permohonan maaf karena baru berkesempatan meninjau lokasi akibat padatnya agenda pemerintahan.
Meski demikian, ia memastikan penanganan pasca bencana tetap berjalan dengan baik melalui sinergi berbagai lembaga.
”Ya, hari ini di Desa Meteseh meninjau kembali rumah yang terdampak kebakaran kemarin. Habis ini (agenda) ke Desa Pragen. Mohon maaf baru ada jadwal meninjau lokasi dan memberi bantuan sedikit dari Baznas, BPBD, dan PMI untuk meringankan bebannya,” ujar Harno di sela-sela peninjauan.
Mengingat intensitas musibah kebakaran yang masih sering terjadi, Bupati Harno juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Meteseh.
Ia mengimbau warga untuk lebih waspada dan proaktif dalam mengantisipasi potensi pemicu kebakaran di lingkungan rumah tangga.
”Kebakaran ini sering terjadi, terutama (karena) listrik. Maka dari itu, untuk kabel-kabelnya tolong bisa dicek, dievaluasi. Termasuk kompor, bisa dikontrol nggeh,” tambah Bupati mengingatkan warga.
Dengan adanya bantuan stimulan dari Pemkab Rembang, Baznas, BPBD, dan PMI ini, diharapkan dapat meringankan beban psikologis maupun materiil yang dihadapi keluarga Ibu Sumini, sekaligus menjadi pemantik gotong royong warga sekitar untuk membantu proses pemulihan fisik bangunan yang terdampak.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar