Pasca Marak Kebakaran di Rembang, Warga Wadul Bupati Sedia Damkar Tiap Kecamatan 

waktu baca 2 menit
Jumat, 19 Jun 2026 12:26 0 34 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Di balik suasana haru kunjungan kerja Bupati Rembang, H. Harno, saat menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran di Dusun Kaligung, Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori pada Jumat (19/6/2026), sebuah usulan krusial mencuat dari mulut korban.

Sumini, warga RT 01/RW 04 yang kehilangan rumah beserta isinya setelah ludes terbakar pada awal Juni lalu, memanfaatkan momen tatap muka dengan orang nomor satu di Rembang tersebut untuk menyampaikan aspirasinya.

Mewakili kecemasan warga yang jauh dari pusat kota, ia mengusulkan agar armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) disediakan di setiap wilayah kecamatan.

​Hal ini dinilai sangat mendesak agar penanganan musibah kebakaran bisa dilakukan lebih cepat, sehingga dampak kerugian materiil maupun korban jiwa dapat diminimalisasi.

​Dengan bahasa yang lugu dan penuh harap, Sumini menyampaikan rasa terima kasihnya, sekaligus menitipkan pesan tersebut langsung kepada Bupati.

​”Kulo matur kalih Bapak Harno Bupati Rembang kalih stafnya, matursuwun sedoyo mawon. Kulo matur kalih Bapak, pemadam wonten setiap kecamatan kersane kebakaran cepat tertolong (Saya menyampaikan kepada Bapak Harno Bupati Rembang dan stafnya, terima kasih untuk semuanya. Saya memohon kepada Bapak, armada pemadam ada di setiap kecamatan supaya kalau ada kebakaran cepat tertolong),” pinta Sumini dengan mata berkaca-kaca.

​Mendengar langsung keluhan dan usulan dari warganya yang sedang tertimpa musibah, Bupati Rembang, Harno, memberikan respons positif.

Ia mengakui bahwa kehadiran pos pemadam kebakaran di tingkat kecamatan memang sudah menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan, mengingat kendala geografis dan jangkauan wilayah Rembang yang luas.

BACA JUGA :  Harga Rokok Bikin Menjerit, Masyarakat Pati Cari Alternatif Murah

​Namun, di sisi lain, Bupati Harno juga membuka tabir mengenai tantangan riil yang dihadapi pemerintah daerah saat ini terkait kesiapan alat penanggulangan bencana di internal BPBD.

​”Ya, tadi ada usulan pemadam di setiap kecamatan, memang sangat diperlukan karena faktor jangkauan dan alat. Nah, ini tadi dari BPBD (melaporkan) alatnya itu sudah 10 tahun belum diganti dan sering trouble (bermasalah),” jelas Harno blak-blakan di lokasi peninjauan.

​Menyikapi realita sarana prasarana yang sudah uzur tersebut, Bupati menegaskan bahwa aspirasi dari korban kebakaran ini akan menjadi catatan penting dan bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Kabupaten Rembang dalam penyusunan kebijakan ke depan.

​”Ini masukan berharga buat pemerintah daerah untuk mencari solusi. Paling tidak, ke depan semuanya (armada dan alat) dalam kondisi sehat dan bagus,” tegas Bupati.

​Langkah responsif ini diharapkan tidak hanya menjadi angin segar bagi keluarga Sumini yang tengah berupaya bangkit dari keterpurukan ekonomi senilai Rp123 juta akibat kebakaran, melainkan juga menjadi titik balik modernisasi sistem pemadam kebakaran di Kabupaten Rembang, demi keamanan seluruh masyarakat.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini