HAPPY NEW YEAR

Banjir dan Rob Menyatu, Tunggulsari Tak Kunjung Surut

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Jan 2026 10:45 0 25 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, menjadi wilayah yang memprihatinkan di tengah bencana banjir Pati.

Pasalnya, desa yang memiliki kondisi geografis menjorok ke laut itu, dihantam rob ketika banjir luapan sungai terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Pati.

Di saat sepekan lebih tergenang banjir akibat luapan sungai di sekitar desa, momen kali ini bertepatan dengan pasangnya air laut.

Sehingga kondisi permukiman penduduk dan tambak di Desa Tunggulsari terdampak.

Akibatnya, aktivitas ekonomi warga lumpuh total.

Dari arah barat Desa Tunggulsari dirandang banjir luapan sungai.

“Banjir kali ini penyebabnya curah hujan tinggi dari arah barat, sehingga aliran sungai menuju muara yang asalnya dari desa sebelah di Jepat Kidul larinya ke sini, sehingga baru ke muara laut. Ada empat aliran sungai yang mengaliri dari atas ke laut karena kondisinya hujan terus, akhirnya genangan air di sini tidak segera habis,” ujar Kepala Desa (Kades) Tunggulsari, Setyo Wahyudi kepada awak media, Kamis, 22 Januari 2026.

Sedangkan, dari arah timur desa tersebut disambar banjir rob dari Laut Jawa.

“Ditambah ini sudah air pasang juga naik, sehingga tekanan air dari barat berbenturan air pasang dari timur, sehingga turunnya ndak bisa cepat. Khawatirnya, banjir pasang tinggi, ketemulah air laut, kemudian banjir seperti bulan Mei 2025 kemarin,” tuturnya.

Ia menyampaikan, banjir menyebabkan 257 rumah penduduk tergenang air selama lebih dari sepekan.

Rumah Sekretaris Desa (Sekdes) Tunggulsari menjadi posko pengungsian dan pos layanan pengobatan warga, serta tempat dropping logistik bantuan.

BACA JUGA :  Di Depan Kanwil BPN Jateng, Aksi Kamisan Semarang Gelar Solidaritas untuk Petani Pundenrejo Pati 

“Untuk banjir tahun ini debit air di rumah dari mulai 15 sampai 20 sentimeter, di jalan sampai 80 sentimeter, namun praktis seluruh rumah 257 rumah terendam. Jadi aktivitas masyarakat seminggu praktis terganggu, itu mengenai banjir,” ucap Yudi, sapaannya.

Ia mengungkap, banjir yang melanda Desa Tunggulsari diprediksi lama surutnya, karena desa ini berada di muara.

Bahkan, pada pertengahan 2025 lalu, banjir rob di desa tersebut bisa berbulan-bulan.

Yudi berharap, pemerintah bisa berkonsentrasi penuh menangkal bencana banjir di Desa Tunggulsari, apalagi kondisi ini menjadi fenomena tahunan.

“Harapannya dengan kejadian ini, Pemda (Pemerintah Daerah) bisa konsentrasi melihat kondisi bencana yang datang yang semakin besar. Jadi bencana tahunan ini lebih besar, sehingga desa tidak akan bisa mampu counter itu. Masyarakat maunya tanggul laut,” tutupnya.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini