Foto: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jepara menggelar aksi sosial peyaluran air bersih dengan menggandeng Polres Jepara (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Krisis air bersih yang telah berlangsung selama tiga bulan akibat kekeringan parah, membuat warga Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, harus bertahan dalam kondisi serba terbatas.
Menyikapi situasi darurat ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jepara bergerak cepat menggelar aksi sosial dengan menggandeng Polres Jepara untuk menyalurkan 6.000 liter air bersih kepada warga, Jumat (30/10/2026).
Ketua PWI Kabupaten Jepara, Septina Nafiyanti, menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud kepedulian para jurnalis terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Kami tahu ada beberapa daerah di Jepara yang mengalami kekeringan ekstrem, sehingga kami tergerak. Kali ini kami mengajak Polres Jepara untuk bersama-sama melakukan dropping air bersih,” ujar Septina.
Selama tiga bulan terakhir, sumur-sumur warga mengering dan sungai tak lagi mengalir.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa membuat lubang-lubang kecil di dasar sungai atau yang disebut belik.
Namun, perjuangan warga tidak mudah, mereka harus menempuh jarak jauh dengan medan sungai yang curam, sebuah kondisi yang sangat memberatkan para lansia seperti Patmi (warga Dukuh Cabe).
Membeli air tangki seharga Rp120.000 pun di luar jangkauan kemampuan finansial mereka.
PWI Jepara menegaskan bahwa persoalan kekeringan ini tidak cukup disikapi hanya dengan bantuan sesaat.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, PWI berencana menggelar diskusi bertema “Darurat Ekologi dan Bayang-Bayang Bencana” pada pertengahan November mendatang.
Forum ini akan melibatkan berbagai pihak, guna mengupas tuntas akar permasalahan lingkungan yang memicu kekeringan berulang di Jepara.
“Kami akan mengajak banyak pihak. Tidak hanya memikirkan penanganan darurat bencana, tetapi bagaimana mengupayakan agar bencana kekeringan ini tidak terus berulang setiap tahun,” tegas Septina.
Sementara itu, Sekretaris Desa Batealit, Sofii, mengungkapkan bahwa kekeringan telah menjadi masalah tahunan yang dirasakan sekitar 1.200 warganya setiap musim kemarau dalam tiga tahun terakhir.
Kehadiran bantuan air bersih dari PWI Jepara dan Polres Jepara ini pun disambut penuh syukur oleh warga, menjadi penopang utama di tengah keringnya sumur dan sulitnya akses air bersih.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini