PASANG IKLAN DISINI

ASN Muslim Diminta Salurkan Zakat Lewat Baznas

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Jun 2024 17:09 0 104 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) muslim diimbau untuk menyalurkan zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Hal ini disampaikan langsung Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta dalam rapat koordinasi (rakor) dan sosialisasi Baznas di Aula Sultan Hadlirin, Gedung OPD Bersama, Selasa (11/6/2024).

Menurut Pj Bupati, zakat merupakan instrumen sosial penting yang dapat mengurangi kesenjangan ekonomi dan memberdayakan masyarakat kurang mampu. Ia menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban agama, tapi juga bentuk tanggung jawab sosial.

“Berzakat untuk membersihkan harta yang kita punya. Sekaligus untuk memberikan kesamaan penghidupan kepada masyarakat,” ujarnya.

Penyaluran zakat melalui Baznas, menurut dia, mendukung transparansi dan akuntabilitas, serta memastikan bahwa zakat yang terkumpul disalurkan tepat sasaran.

Dengan partisipasi para ASN ini, program-program Baznas dapat menjangkau lebih banyak mustahik. Di antaranya meliputi program Jepara Pintar, Jepara Sehat, Jepara Peduli, Jepara Makmur, dan program Jepara Takwa.

Ke depan, diharapkan kesadaran dan partisipasi ASN muslim dalam berzakat semakin meningkat, sehingga tujuan untuk menciptakan kesejahteraan sosial dapat tercapai.

“Saya sudah buat surat edaran, ASN muslim wajib memberikan zakatnya. Saya perintahkan mereka diingatkan terus, kalau perlu ditagih,” tandasnya.

Pada rakor dan sosialisasi, Baznas menghadirkan 135 peserta dari seluruh Unit Pengelola Zakat tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Kegiatan ini demi meningkatkan pemahaman dan kesadaran ASN untuk menunaikan kewajiban zakat. Para peserta mendapatkan pencerahan mengenai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang zakat, serta instruksi Bupati Jepara.

Baca Juga:  Perempuan Jepara Berbondong Pilih Menjanda, Perceraian Melejit Naik

Ketua Baznas Kabupaten Jepara Sholih menjelaskan bahwa instruksi bupati nomor 451.1.2/1 Tahun 2024 telah mengamanatkan pembayaran zakat bagi semua ASN muslim di Jepara. Besarannya adalah 2,5 persen dari seluruh pendapatannya, termasuk tunjangan, THR, dan gaji ke-13.

“Jadi bukan potongan kredit,” kata dia.

Meski demikian, ia mengantongi beberapa nama yang mengajukan keberatan. Itu dengan berbagai alasan, seperti sudah membayarkannya melalui lembaga lain. Namun, Sholih menegaskan bahwa semua ASN di Jepara wajib membayar zakat melalui Baznas sesuai dengan instruksi dari pemerintah.

“Nanti datanya kami laporkan ke Pak Pj Bupati,” tuturnya.

Sholih mencatat pada tahun 2023 lalu, Baznas Kabupaten Jepara berhasil mengumpulkan zakat infak senilai Rp9,6 miliar lebih. Dana tersebut telah disalurkan kepada 8.990 mustahik melalui lima program Baznas.

Pada program Jepara Pintar sebesar Rp1,074 miliar untuk 570 mustahik, Jepara Sehat Rp242 juta bagi 103 mustahik. Kemudian melalui program Jepara Peduli disalurkan dana senilai Rp3,15 miliar untuk 6.792 mustahik. Lalu  pada program Jepara Makmur Rp3,627 miliar kepada 1.408 mustahik, dan Jepara Takwa Rp1,569 miliar bagi 117 mustahik.

Pada kesempatan tersebut pula, Pj Bupati Jepara dan Ketua Baznas Kabupaten Jepara turut menyerahkan bantuan secara simbolis kepada penerima zakat. Bantuan itu di antaranya berupa beasiswa, gerobak jualan, hingga bantuan kursi roda untuk anak berkebutuhan khusus.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini