Belasan RSLH Diserahkan bagi Warga Kurang Mampu di Pati

waktu baca 3 menit
Rabu, 21 Okt 2026 19:05 0 39 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Genting bocor saat hujan dan bilik bambu yang lapuk, kini tinggal kenangan bagi M. Saiful Anam (28).

gempur rokok ilegal rembang

Warga Desa Cengkalsewu RT 1/RW 3, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati itu, tak pernah menyangka rumahnya telah berubah menjadi bangunan permanen yang kokoh berkat bantuan PT Djarum.

Sebelum tersentuh program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), kondisi rumah Saiful jauh dari kata layak huni.

Rumah peninggalan orang tua yang telah dihuni selama puluhan tahun itu, sebelumnya menyimpan banyak cerita getir bagi Saiful dan keluarganya.

“Kondisi rumahnya seperti yang di video tadi ya, genteng bocor, dinding masih gedhek (anyaman bambu), tanah masih lemah. Kadang kalau hujan itu angin, air sering masuk. Bahkan kadang ada hewan, ular itu masuk lewat belakang,” bebernya saat ditemui di Pendopo Kantor Bupati Pati, Rabu, 21 Oktober 2026.

Tak hanya ancaman binatang liar, situasi di dalam rumah semakin memprihatinkan ketika musim penghujan tiba.

Genangan air kerap merendam lantai rumah yang masih berupa tanah.

“Becek juga ya, banjir kalau hujan,” tambahnya mengenang masa-masa sulit tersebut.

Sebagai kepala keluarga dengan satu anak yang sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit, Saiful mengakui bahwa penghasilannya sangat tidak menentu.

Dalam sebulan, ia terkadang hanya mengantongi uang antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.

“Sehari-hari sebagai tukang jahit. Penghasilan tiap bulan tidak mesti, ya. Kadang Rp200 ribu, Rp100 ribu, tidak mesti. Kadang Rp300 ribu,” bebernya.

BACA JUGA :  Petani: Harga Bawang Merah Saat ini Rp 24.000

Dengan kondisi finansial tersebut, jangankan membangun rumah permanen, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari saja keluarganya harus berjuang keras.

Terlebih, berdasarkan pengecekan data kesejahteraan sosial, keluarganya tercatat masuk dalam kategori desil 2.

“Masuk desil 2 kemarin tak cek,” ujar Saiful.

Meski hidup dalam keterbatasan, keberuntungan rupanya berpihak pada keluarga kecil ini.

Saiful mengaku sangat kaget sekaligus bersyukur ketika namanya masuk sebagai penerima bantuan bedah rumah.

“Awalnya itu dari Balai Desa Cengkalsewu. Jadi bukan ngajuin sendiri ya, bukan. Didata sama Pak Kepala Desa,” tutur Saiful.

Kini, penampakan rumah Saiful telah berubah total.

Dari bangunan berdinding bilik bambu yang rapuh, rumah tersebut telah disulap menjadi bangunan permanen yang kokoh, bersih, dan aman dari terpaan angin serta hujan.

“Sekarang kondisi rumahnya lebih bagus, lebih layak lah untuk keluarga. Sudah permanen,” kata Saiful dengan nada penuh rasa syukur.

Ia berharap bantuan serupa terus diberikan agar warga-warga yang punya rumah tak layak huni bisa segera merasakan tinggal di rumah yang nyaman.

“Semoga PT Djarum ke depannya lebih bagus, lebih baik. Ke depannya lebih banyak rumah yang dibedah, karena masih banyak yang membutuhkan. Terima kasih buat PT Djarum,” pungkasnya.

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menjelaskan tahun ini pihaknya membangun dan merenovasi 12 rumah di Kabupaten Pati dengan total anggaran Rp840 juta.

Rinciannya, tujuh rumah di Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu dan lima di Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo.

“Kalau yang dua rumah, dua kamar itu satu rumahnya sekitar Rp70 juta. Kalau yang tiga kamar itu sekitar Rp80 jutaan. Kalau tadi ada yang direnovasi, itu memang jadi lebih mahal,” katanya.

BACA JUGA :  Kebakaran Dua Kelinci, Pemadaman 10 Jam dengan Puluhan Armada Damkar

Tak berhenti di tahun ini saja, PT Djarum membuka kemungkinan untuk kembali membangunan rumah untuk warga kurang mampu di Bumi Mina Tani pada tahun depan.

“Nanti Insya Allah tahun depan kita lihat lagi, ya, apakah masih memungkinkan kita membantu lagi. Mudah-mudahan apa yang kita bantu ini bisa memungkinkan masyarakat Pati ini jadi lebih bahagia dan sejahtera,” tutupnya.

Editor; Mila Candra 

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini