Foto: Haul Kanjeng Adipati Tjitrosomo yang digelar di Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Suasana khidmat bercampur meriah mewarnai prosesi pergantian luwur dalam rangka Haul Kanjeng Adipati Tjitrosomo yang digelar di Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan.
Acara tahunan yang berlangsung pada kemarin malam ini, kian semarak dengan adanya kirab budaya yang memikat antusiasme ratusan warga setempat.
Kegiatan bernuansa sakral ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar), Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, jajaran kepala OPD terkait, serta Forkopimcam Kalinyamatan.
Acara ini sukses terselenggara berkat inisiasi dan kolaborasi antara Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (PAKASA) Jepara, Yayasan Adipati Tjitrosomo selaku ahli waris keturunan Bupati Jepara Tjitrosomo I–VII, serta Pemerintah Desa Sendang dan Desa Purwogondo.
Prosesi kirab budaya mengambil titik awal dari depan Gedung NU Purwogondo dan berjalan rapi menuju kompleks makam Kanjeng Adipati Tjitrosomo di Desa Sendang.
Dipimpin langsung oleh Manggala, kirab ini melibatkan sekitar 200 peserta.
Di antaranya terdiri dari Bregada Prajurit Nguntara Praja, Prajurit Korsik Sura Praja, perwakilan trah keluarga, hingga berbagai elemen masyarakat.
Setelah kirab selesai, prosesi dilanjutkan dengan penggantian 13 luwur makam.
Momentum yang paling ditunggu-tunggu warga terjadi di akhir acara, yakni berebut gunungan hasil bumi yang dipercaya membawa berkah.
Ketua PAKASA Jepara, Bambang Setiawan Adiningrat, menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya dalam kirab budaya ini merupakan wujud nyata komitmen untuk menjaga dan melestarikan adat, tradisi, serta budaya warisan leluhur Jepara.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Haul, Edy Kadarisman, menjelaskan bahwa rangkaian haul tahun ini telah dimulai dengan pelepasan luwur dan jamasan pusaka, serta akan ditutup dengan pengajian umum dan santunan anak yatim pada Kamis (25/6/2026).
“Harapan kami, ke depan kirab luwur ini dapat terus dilaksanakan dengan lebih meriah dan menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Jepara sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh pendahulu,” ujar Edy, Kamis (25/6/2026).
Merespons harapan tersebut, Wakil Bupati Jepara, Gus Hajar, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung keberlangsungan acara ini secara berkala.
“Pemerintah Kabupaten Jepara siap mendukung kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahun. Bukan hanya untuk menghormati para sesepuh Jepara, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi dengan mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar Desa Sendang,” tegas Gus Hajar.
Melalui sinergi kirab budaya dan ritual keagamaan ini, nilai-nilai sejarah dan penghormatan leluhur di Jepara tidak hanya terjaga, melainkan juga menjelma menjadi daya tarik wisata religi yang potensial bagi perekonomian masyarakat.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar