Warga Tunggulsari Gelar Demo di Genangan Banjir Rob

waktu baca 2 menit
Jumat, 19 Jun 2026 16:20 0 53 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati semakin meninggi.

Genangan ini merendam permukiman, jalanan, dan tambak ikan.

Warga setempat pun menderita akibat banjir rob yang sudah melanda selama bertahun-tahun.

Sedangkan pada tahun 2026 ini, menjadi yang terparah.

Tampak warga rela membawa tulisan dan spanduk bertuliskan tuntutan agar Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto segera menolong mereka.

Mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak membentangkan tulisan seruan permintaan bantuan kepada pemerintah pusat agar suara mereka didengar.

“Banjir ini karena tanggul jebol, sampai sekarang belum diperbaiki. Nggak ada bantuan pemerintah. Warga berharap segera ditangani, tanggulnya dibenahi biar kalau ada pasang nggak banjir lagi,” urai warga RT 05/RW 01, Desa Tunggulsari, Rukmini, Jumat, 19 Juni 2026.

Menurut warga, kondisi perekonomian lumpuh akibat banjir rob yang melanda daratan hingga tambak ikan di wilayah mereka.

Setiap hari para warga hanya makan-makanan cepat saji atau bantuan dari relawan.

“Bapak mau kerja nggak bisa, ekonomi lumpuh. Untuk makan seadanya. Nggak ada kerjaan lain karena kerjanya di tambak,” tuturnya.

Diketahui, ada 40 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir rob di RT 05/RW 01 Desa Tunggulsari.

Diketahui, banjir mulai parah sejak dua tahun terakhir, seperti yang diungkapkan Ketua RT setempat, Budi Amanto.

“Ada 40 KK terdampak. Sudah dua tahunan lebih,” sebutnya saat diwawancarai awak media.

Sejauh ini, kebutuhan air bersih dan bahan pokok sangat dibutuhkan warga.

BACA JUGA :  Tekan Inflasi, Pemkab Kudus Bakal Kendalikan Harga Pangan

Apalagi, selama ini belum ada uluran tangan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (Pemda).

“Kebutuhan air bersih dan bahan pokok dibutuhkan. Selama ini ada sedikit bantuan dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), pemerintah belum ada,” ungkap Budi.

Ia dan warganya berharap ada langkah nyata dari pemerintah untuk menangani kondisi banjir rob di Desa Tunggulsari.

Pasalnya, aktivitas ekonomi dan sosial lumpuh total.

“Harapannya supaya pemerintah melihat keadaan di sini. Pemerintah membuka hatinya,” pesannya.

Perlu diketahui, banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari disebabkan tanggul jebol sepanjang 110 meter yang rusak akibat diterjang gelombang ombak dari Laut Jawa.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini