Berikut Tahapan Pendaftaran dan Kuota Murid Baru SMA/SMK Negeri di Pati

waktu baca 3 menit
Kamis, 18 Jun 2026 11:09 0 158 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Pati sedang berlangsung.

Calon peserta didik baru usai lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai melangsungkan pendaftaran secara online di sekolah yang menjadi sasarannya.

Sebagai informasi, SPMB SMA tahun 2026 ini bisa diakses di laman spmb.jatengprov.go.id.

Jalur pendaftaran SMA negeri kali ini menyediakan jalur domisili dengan paling sedikit 33 persen kuota.

Kemudian, jalur afirmasi dengan paling sedikit 32 persen kuota.

Jalur prestasi dengan paling sedikit 30 persen kuota.

Terakhir, jalur mutasi dengan paling sedikit 5 persen kuota.

Sedangkan, jalur pendaftaran SPMB SMK negeri kali ini menyediakan jalur prestasi dengan paling sedikit 75 persen kuota.

Jalur afirmasi dengan paling sedikit 15 persen kuota, dan domisili terdekat dengan paling sedikit 10 persen kuota.

Ada pun 7 nilai mata pelajaran (mapel) rapor yang menjadi penentu prestasi utama, yakni Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa Inggris.

Sedangkan jenis-jenis kejuaraan yang menjadi penentu prestasi calon murid baru, meliputi kelompok riset dan inovasi, kelompok olahraga, kelompok seni dan budaya, kelompok keagamaan, dan kelompok kepanduan.

Jenis kejuaraan itu tingkat nasional maupun internasional.

Sebagaimana disampaikan Kepala Seksi (Kasi) SMA/SLB Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah III Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Amirul Mahfud Haryanto.

“Tata cara pendaftaran setelah membuka situs, calon murid baru menginput data pribadi sesuai alur dalam aplikasi SPMB, kemudian mengupload semua dokumen yang menjadi persyaratan dalam sistem aplikasi SPMB dan akan mendapatkan akun pendaftaran. Calon murid baru melakukan verifikasi berkas pendaftaran secara langsung ke SMA atau SMA yang dipilih dengan membawa berkas pendaftaran,” ujarnya pada Kamis, 18 Juni 2026.

BACA JUGA :  Jampisawan Kampanyekan Rekayasa Ulang Tata Sungai yang Berkelanjutan

Selanjutnya, pihak SMA atau SMK melakukan verifikasi semua berkas pendaftaran.

Apabila berkas telah sesuai ketentuan, maka calon murid diberikan token untuk melakukan aktivasi akun pendaftaran.

Apabila terdapat berkas persyaratan yang belum memenuhi, maka calon murid baru diberikan kesempatan untuk memenuhi atau melengkapi kekurangan berkas pendaftaran.

Selanjutnya akan mendapatkan token untuk melakukan aktivasi akun pendaftaran.

“Calon murid baru yang telah melakukan aktivasi akun pendaftaran dapat melakukan pemilihan satuan pendidikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Calon murid baru dapat melihat atau memantau jurnal pendaftaran pada sistem aplikasi SPMB,” lanjutnya.

Perlu diketahui, calon murid baru pengajuan akun SMPB berlangsung pada 3-12 Juni 2026.

Sedangkan verifikasi dan aktivasi akun pada 4-13 Juni 2026.

Lebih lanjut, jadwal pendaftaran atau pemilihan sekolah pada 15-18 Juni 2026.

Sedangkan pengumuman hasil seleksi pada 21 Juni 2026.

Berikutnya, pendaftaran ulang berlangsung pada 22-25 Juni 2026.

Kemudian kesempatan bagi pendaftar peserta cadangan pada 26 Juni 2026, lalu daftar ulang bagi peserta cadangan pada 29-30 Juni 2026.

“Pengumuman hasil seleksi didasarkan hasil akhir pada masing-masing jalur SMPB SMA dan hasil akhir SPMB SMK. Pengumuman hasil seleksi mencantumkan daftar nama calon murid yang lolos dan tidak lolos seleksi pada masing-masing jalur yang tersedia,” ungkapnya.

Deretan SMA negeri di Kabupaten Pati antara lain SMAN 1 Pati, SMAN 2 Pati, SMAN 3 Pati, SMAN 1 Tayu, SMAN 1 Juwana, SMAN 1 Batangan, SMAN 1 Jakenan, dan SMAN 1 Kayen.

Sedangkan, deretan SMK negeri di Kabupaten Pati antara lain SMKN 1 Pati, SMKN 2 Pati, SMKN 3 Pati, SMKN 1 Cluwak, dan SMKN Jateng.

Selain SMA dan SMK negeri yang diakomodir oleh Cabang Disdik Wilayah II Provinsi Jateng, ada pula sekolah swasta sebagai kemitraan.

BACA JUGA :  Masyarakat Diimbau Pastikan Keaktifan PBI JK, Jangan Hanya saat Berobat Saja

Sekolah kemitraan itu yakni SMA Tuan Sokolangu dan SMA Badan Oesaha Pendidikan Kristen Republik Indonesia (BOPKRI) 3.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini