Chandra Minta Bantuan BNPB dan Kementerian PU Tangani Rob Tunggulsari

waktu baca 2 menit
Senin, 8 Jun 2026 14:51 0 62 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra telah melakukan upaya koordinasi vertikal dan horizontal dalam menangani banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati telah dikerahkan untuk melakukan penanganan logistik adanya banjir yang diciptakan dari pasangnya air laut ini.

“Penanganan masalah logistik kita upayakan ke sana, saya perintahkan BPBD membuat tanggul dari bambu. Penanganan urgent dari BPBD membuat tanggul dengan biaya Rp60 juta dari bambu dan peralatan lainnya, penanganan menunggu kondisi tidak rob,” kata Chandra saat ditemui awak media, Senin, 8 Juni 2026.

Dikarenakan penanganan butuh dana besar, maka dari itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati meminta bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat.

Pihaknya masih menyurati Kemen-PU, sehingga Pemkab Pati menantikan keputusan pengerjaan dari pemerintah pusat.

“Kami udah koordinasi dengan BNPB, kami mengutamakan terkait tanggul. Karena tanggul ini anggarannya banyak sekali, kami diminta bersurat ke Kementerian PU, kita koordinasikan semua semoga penanganan cepat,” ujarnya.

Kondisi serupa ternyata tidak hanya terjadi di wilayah yang dipimpinnya, namun juga di kabupaten tetangga, yakni Rembang.

“Nanti dari Kementerian PU, kami koordinasikan. Ternyata tidak di Pati saja, Rembang juga kondisinya sama kelihatannya rob tinggi, sehingga penanganan kita antisipasi, semoga bisa teratasi dengan cepat,” sambung Chandra.

BNPB akan menangani kondisi yang melanda Desa Tunggulsari secara menyeluruh.

Tanggul yang besar akan ditinggikan atas support dana dari pemerintah pusat.

BACA JUGA :  Optimalkan Potensi Ekonomi, Pasar Kuliner Pamotan akan Ditata Ulang

Selain itu, tambak-tambak ikan yang kerendam akan mendapat perhatian juga.

BNPB akan memberikan bantuan bagi petambak lokal yang terdampak banjir rob.

“Tambak-tambak yang rugi sudah kami laporkan ke BNPB supaya ada bantuan,” ungkapnya.

Menurutnya, penanaman hutan bakau di pesisir laut yang mengelilingi Desa Tunggulsari kurang tepat.

Pasalnya, posisi pohon-pohon mangrove yang dibudidaya terlalu menjorok ke laut.

“Mangrove kalau ditanam mepet percuma karena tersapu ombak. Harus mundur 4 sampai 5 meter bisa jadi, kalau mepet area pantai hilang lagi, percuma,” pungkasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini