Foto: Ashari saat berhasil diamankan (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | FA (inisial), santriwati korban pondok pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo Pati menceritakan tindakan bejat Ashari.
FA mengungkapkan bahwa ia digauli sebanyak 10 kali di waktu yang berbeda oleh sosok yang dianggapnya sebagai guru spiritual.
Ketika tidak dituruti, maka ia akan dipukuli oleh Ashari.
Kejadian ini juga berlaku bagi santriwati pilihan lainnya.
“Semua santriwati sama-sama tahu kaitannya dengan keilmuan ini, kalau menolak dipukul kiainya, yang hanya boleh memiliki oknum (Ashari) itu. Pernah suatu ketika disuruh mengemut penisnya agar ada darah daging kiai,” ujarnya belum lama ini.
Saat diberlakukan demikian, FA tak berkutik.
Ia dan rekan-rekan santriwati yang digilir, terpaksa pasrah menuruti nafsu Ashari.
“Bawaannya diam gak bereaksi apa-apa. Teman-teman dekat saya saling curhat saling komunikasi, kalau mau speak up banyak,” ucap perempuan malang itu.
Pernah suatu kali, ia mengadu ke kakaknya yang juga nyantri di Ponpes Ndholo Kusumo, hingga cerita itu menyebar.
Namun, justru ia dan kakaknya mendapat hukuman dari Ashari.
Serta diancam akan diputus sanat keilmuannya.
Dibenarkan lagi oleh ayah korban bahwa korban pelecehan seksual Ashari banyak.
Ia memperkirakan ada puluhan korban pencabulan Ashari.
Setiap malam, Ashari kerap membawa santriwati pilihannya untuk menemani pergi mengikuti acara keagamaan di luar.
“Dari gerak-gerik apa yang dilakukan siang atau malam ke santri kecil dan tua itu kesannya negatif, seolah ada hasrat melalukan perlakuan negatif. Dari situ kalau malam kadang santri putri diminta memijatnya di kamar Pak Kiai (Ashari). Kalau malam salah satu santri diajak sholawatan sampai larut malam, kita ndak tahu entah itu nemenin tidur atau apa,” kata pria berinisial H kepada awak media, kemarin.
H tahu sekali dengan perilaku Ashari, karena selain menjadi ayah santriwati, ia juga termasuk santri di Ponpes Ndholo Kusumo.
Disebutkannya, Ndholo Kusumo memiliki jenjang pesantren untuk santri anak maupun dewasa, termasuk H yang juga santri dewasa di Ponpes tersebut.
Ia menjadi anak buah Ashari sejak 2016.
Dari situ, ia diajak mengaji rutin dan bekerja membangun rumah ibadah bersama Ashari tanpa imbalan honor.
“Di situ awal kenal Ashari, di situ ada ngaji rutin untuk orang tua, terus Kiai Ashari mau bangun pondok, ngumpulin santri, saya di situ ikut diajak berjuang, saya bantu untuk pembangunan, mencari donatur, mencari santri yang mau mondok di situ. Enggak ada bayaran,” tegasnya.
Sebagai ayah FA, H mengutarakan penuturan anaknya yang menjadi korban selama belasan kali.
“Anak saya juga jadi korban, tahunya sejak masih sekolah anak saya pernah dipermasalahkan ada masalah pribadi sama kiai. Anak pernah cerita, tapi bilang nggak berani sama saya, soalnya saya masih ngikutin kiai berjuang, di situ lalu anak saya ngeluhnya sama kakaknya,” katanya.
Selain menyoal keilmuan, anaknya diajak tidur bersama dengan maksud menyembuhkan penyakit batin.
Selain dari pihak FA, korban lain yang juga merasakan kebejatan Ashari yakni T.
Santriwati tersebut mengaku pernah diajak ngamar oleh Ashari.
Ia heran kenapa hanya santriwati tertentu yang diajak tidur bersama.
“Pernah suatu waktu, aku tanya sama Kiai itu ‘kenapa si mbak ini mukanya kurang cantik kok enggak pernah disuruh seperti saya pijat dan tidur?’. Jawabannya Pak Kiai, ‘orang itu sudah manut, sudah enggak ada penyakit seperti kayak kamu,” ucapnya.
Disebutkan, Ashari tak pernah tidur bersama istrinya sendiri.
Hal itu diungkapkan oleh mantan santri di Ponpes Ndholo Kusumo.
Kecurigaan muncul ketika Ashari selalu dekat dengan santriwati di lingkungan Ponpes putri.
Santriwati yang belum bersuami dan sudah bersuami juga diembat Ashari.
Pria yang telah punya empat anak itu diketahui memilih santriwati untuk menemani tidur bersama ketimbang istri sah.
Padahal istri Ashari tinggal di area Ponpes tersebut.
“Kalau dugaan saya ya, saya di situ tuh menurut saya, dari apa yang dilakukan di situ, kalau santri yang belum rumah tangga itu pikirannya pasti risiko. Nah di situ, kok kelihatannya akrab sama yang sudah bersuami, untuk memuaskan nafsunya,” ungkap pria berinisial D.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar