Solusi Apotek Hidup Mahasiswa KKN UINAM Dorong Kemandirian Kesehatan Dusun Ele

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Apr 2026 13:11 0 53 Redaksi

MAKASSAR – Mondes.co.id | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Posko 03 Desa Lompo Tengah sukses meluncurkan program kerja bertajuk “TOGA: Solusi Apotek Hidup untuk Pencegahan Penyakit di Masyarakat”.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Upaya ini sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Asta Protas Kemenag RI.

Kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama di Kebun Kedua KWT, Dusun Ele, Desa Lompo Tengah, kemarin.

Program dirancang sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan keluarga melalui optimalisasi lahan pekarangan.

ketua pgri

Mahasiswa KKN bersama anggota KWT melakukan penanaman berbagai jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang memiliki khasiat medis untuk menangani keluhan penyakit ringan secara mandiri.

Inisiatif ini lahir dari semangat untuk memberdayakan potensi lokal Dusun Ele agar memiliki ketahanan kesehatan dan kemandirian pangan berbasis tanaman herbal.

Turut dihadiri langsung oleh Camat Tanete Riaja, Aristo Shiddiq yang memberikan dukungan penuh atas inovasi tersebut.

Ia sangat mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa dan kelompok tani ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan edukasi praktis bagi masyarakat mengenai manfaat tanaman herbal sebagai alternatif kesehatan yang mudah dijangkau,” ujarnya.

Kehadirannya menjadi dorongan moral bagi masyarakat untuk terus merawat apotek hidup tersebut.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Lompo Tengah, Arifuddin Pabiseang.

Dirinya menyatakan rasa bangga atas kontribusi mahasiswa KKN UINAM yang mampu menyentuh aspek vital kehidupan warga, yakni kesehatan dan pemberdayaan ekonomi desa melalui KWT.

BACA JUGA :  Gen Z Hilang Akhlak, DPRD Pati Ungkap Faktor & Pecahkan Solusi

Program yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Desa Lompo Tengah dipandu oleh Ajmalunnas M. selaku Koordinator Desa ini, diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap penanaman.

Namun, juga dapat berkelanjutan menjadi warisan pengetahuan bagi warga Dusun Ele dalam mengelola apotek hidup di rumah masing-masing.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini