Muntiah Tempuh Belasan Kilometer untuk Kerja Sembari Jual Alpukat

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Apr 2026 16:29 0 63 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Hari-hari dijalani Muntiah untuk berjualan buah alpukat sembari bekerja sebagai karyawan di salah satu pabrik di Kota Pati.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Setiap hari ia menempuh perjalanan 16 kilometer untuk mencari rezeki.

Ia berangkat pagi sampai pulang di malam hari.

Setiap berangkat, ia menaruh puluhan kilogram alpukat di sepeda motor yang dikendarainya untuk melayani pelanggan yang sudah memesan.

ketua pgri

“Setiap shift pagi kerja mulai pagi sampai sore. Kalau shift siang dari siang sampai malam. Untuk dagangan alpukatnya saya angkut di motor,” katanya kepada Mondes.co.id, Jumat, 24 April 2026.

Wanita asal Desa Gembong itu menjual alpukat sejak 2010, dengan memanfaatkan potensi kebun alpukat miliknya sendiri.

Dagangan yang dibawanya pun tidak hanya berbentuk buah, namun juga aneka minuman dengan kandungan alpukat.

“Saya jualan alpukat dalam bentuk buah dan juga sebagian ada yang saya proses jadi minuman, seperti jus alpukat, alpukat kocok, dan juga es teler. Terkadang juga kalau pas stok matangnya banyak saya jadikan frozen tak jual dalam bentuk beku,” katanya.

Muntiah menyebut bahwa dirinya telah menanam alpukat di kebun sejak 2005.

Sekali panen, ia mampu mendapatkan 50 kilogram untuk dijual ke konsumen.

“Untuk jumlahnya sekitar 25 sampai 30 pohon, sebagian sudah berbuah dan sebagian belum. Saya jualnya gak per hari karena saya petani bukan pedagang, saya jualnya setiap habis panen, sekitar 50 kilogram dipilihi yang tua-tua,” sebut Muntiah.

Harga alpukat yang dijualnya biasa mematok harga Rp20 ribu per kilogram.

BACA JUGA :  Siswa MTsN 1 Pati Sumbang Medali Perak Porseni MTs Jateng

“Kalau masalah harga bisa naik-turun, saya ngikut di pasaran. Yang jelas saya ngecer harus lebih murah dari harga pasar, rata-rata saya jual Rp20 ribu per kilogram, tergantung kualitas juga,” tuturnya.

Menurutnya, buah ini memiliki harga yang cenderung stabil.

Selain itu, minat terhadap buah alpukat juga cukup tinggi.

“Memilih berjualan alpukat yang jelas karena punya pohon alpukat. Kenapa pilih tanam pohon alpukat karena harga alpukat cenderung stabil dan harganya juga tinggi, jualnya mudah,” ungkapnya.

Adapun jenis alpukat yang dipasarkannya yakni mentega, miki, dan aligator.

Pelanggan gemar membeli alpukat miliknya karena bertekstur pulen dan rasa yang legit.

“Kebanyakan dari pelangganku bilang alpukatku rasannya legit, teksturnya pulen. Dimakan langsung sudah enak banget,” terangnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini