Angka Tuberkulosis Pati Lebih dari 2 Ribu Kasus, Wamenkes Langsung Datang

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Apr 2026 13:37 0 49 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), dr. Benjamin Paulus Octavianus melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pati.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Ia dibersamai oleh Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Edy Wuryanto, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Ali Badrudin, dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati Luky Pratugas Narimo.

Tujuannya untuk melakukan sosialisasi pencegahan tuberkulosis pada hari ini, Selasa, 21 April 2026.

Bukan sekedar sosialisasi, kehadirannya juga untuk melakukan pemantauan tracing dan screening kesehatan di Balai Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati.

ketua pgri

Pria yang akrab disapa Benny itu, memaparkan fokus utama pemerintah pusat dalam bidang kesehatan ada dua, yakni penanganan stunting dan tuberkulosis.

Penanganan stunting telah dijalankan dengan pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG), sedangkan penanganan tuberkulosis masih menjadi pekerjaan rumah (PR).

“Di pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dua bidang kesehatan utama. Pertama, penanganan stunting melalui pemberian menu Makan Bergizi Gratis, dan penanganan tuberkulosis karena di Indonesia nomor 2 terbanyak di dunia kasus tuberkolosis,” ungkapnya saat meninjau screening kesehatan.

Menurutnya, kasus tuberkulosis di Indonesia sangat tinggi, oleh sebab itu harus segera ditangani serius.

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penderita tuberkulosis di Bumi Mina Tani berada di angka 2.658 kasus untuk tahun 2025.

Pihaknya meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk bersama-sama mencegah penyakit ini, termasuk salah satunya di Kabupaten Pati.

BACA JUGA :  Angkut Bahan Bakar, Mobil Terbakar di Jalan Desa Tahunan Jepara

Ia mengimbau para penderita dan keluarga segera sadar akan kesehatan untuk memberantas penyakit tersebut.

“Hari ini di Pati, tahun lalu ada 2.658 kasus tuberkulosis, ini keluarganya kan bisa tertular. Ini dilakukan cek kesehatan gratis, salah satunya melalukan rontgen kepada sekeluarga pasien yang kena tuberkulosis, takutnya sudah tertular,” katanya.

Ia mengungkapkan, ada 120 lokasi CKG yang melalukan screening tuberkulosis di Kabupaten Pati.

Langkah ini akan diupayakan untuk mengobati penderita dan pencegahan bagi keluarga dari penyakit gangguan pernafasan tersebut.

“Kita kejar keluarga yang sakit dikasih obat pencegahan, kalau yang sakit diobati. Jadi mulai hari ini kita lakukan minimal 120 lokasi yang akan dilakukan CKG (Cek Kesehatan Gratis) tuberkulosis di Kabupaten Pati,” sebutnya.

Di kesempatan yang sama, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra akan segera melakukan tracing dan screening kesehatan bagi masyarakat untuk mengetahui jumlah kasus tuberkulosis.

Dalam waktu 10 hari ke depan, pihaknya akan gencar melakukan pemeriksaan.

“Akan kami selesaikan 10 hari kalender, akan kami laporkan ke Pak Wamen (Wakil Menteri). Pasiennya termasuk keluarga pasien akan kami lakukan screening ulang, sebanyak 2.658 semua itu di tahun lalu,” ucap Chandra.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini