Foto: pengurus PMI Kabupaten saat acara halal bihalal dan rapat koordinasi di kantor PMI Rembang (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Wakil Bupati Rembang, H.M. Hanies Cholil Barro’, secara resmi memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian signifikan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal sekaligus Rapat Koordinasi yang berlangsung di Kantor PMI Kabupaten Rembang pada Senin (6/4/2026).
Fokus utama apresiasi tersebut tertuju pada pertumbuhan kuantitas relawan yang mengalami peningkatan sangat pesat.
Gus Hanies, sapaan akrab Wakil Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Rembang, menyebut angka 17.000 relawan yang tercatat saat ini merupakan pencapaian bersejarah bagi organisasi tersebut.
”Jumlah relawan yang mencapai 17 ribu orang ini merupakan catatan sejarah, karena belum pernah terjadi pada periode kepengurusan sebelumnya. Ini adalah bukti nyata kinerja yang luar biasa dari jajaran pengurus,” ujar Gus Hanies dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PMI Kabupaten Rembang, dr. Samsul Anwar, memaparkan data pertumbuhan relawan yang sangat kontras jika dibandingkan dengan awal masa jabatannya.
Pada tahun 2022, jumlah relawan tercatat hanya sebanyak 21 orang.
Namun, memasuki tahun 2026, jumlah tersebut melonjak tajam hingga menembus angka 17.000 anggota.
Samsul menjelaskan bahwa proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan terdata melalui sistem digital.
“Seluruh relawan mendaftar melalui situs resmi kami dengan data yang valid, mencakup nama, alamat, hingga tanggal lahir secara lengkap. Kami juga telah melaksanakan pelatihan berskala besar bagi para relawan tersebut di Kecamatan Bulu,” jelasnya.
Basis keanggotaan relawan PMI Rembang saat ini dinilai sangat inklusif, mencakup berbagai lapisan masyarakat mulai dari jenjang pelajar SMP, mahasiswa, hingga partisipasi aktif dari kalangan santri pondok pesantren.
Sebanyak 17.000 relawan ini dipersiapkan untuk menjalankan misi kemanusiaan yang krusial.
Yakni meliputi, evakuasi korban dan penyaluran bantuan logistik, pemberian pertolongan pertama dan dukungan donor darah, serta edukasi kesehatan masyarakat dan pendampingan psikososial.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan PMI, diharapkan lonjakan jumlah relawan ini dapat memperkuat resiliensi Kabupaten Rembang dalam menghadapi berbagai situasi darurat dan tantangan kemanusiaan di masa depan.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar