Sinergi TNI-Pemkab Rembang Hidupkan Kembali Nadi Ekonomi dan Pendidikan Desa Waru

waktu baca 3 menit
Kamis, 21 Mei 2026 15:51 0 122 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Waru, Kecamatan Rembang resmi ditutup pada Kamis (21/5/2026).

Upacara penutupan yang berlangsung khidmat di Lapangan Desa Waru ini, sekaligus menandai babak baru bagi mobilitas dan kesejahteraan masyarakat setempat.

​Melalui kolaborasi solid antara jajaran TNI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, program ini sukses menuntaskan sejumlah proyek infrastruktur vital.

Salah satu capaian paling krusial adalah pemulihan total jembatan penghubung antar-RW yang telah lumpuh akibat kerusakan parah sejak tahun 2023 lalu.

​Keberhasilan rekonstruksi jembatan ini disambut haru dan suka cita oleh warga.

Kepala Desa Waru, Sukatmi, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terpilihnya Desa Waru sebagai lokus sasaran TMMD tahun ini

​“Jembatan ini adalah urat nadi yang menghubungkan dua RW utama di desa kami. Selama hampir tiga tahun rusak, anak-anak sekolah harus memutar jauh lewat jalan raya Pantura yang padat dan berisiko tinggi demi menuju SMPN 1 Rembang dan beberapa SMA. Di dekat jembatan ini juga ada madrasah. Alhamdulillah, sekarang aksesnya sudah normal kembali,” ujar Sukatmi dengan nada lega.

​Selain memangkas waktu tempuh anak sekolah dan warga, TMMD kali ini juga menyelesaikan tiga sasaran fisik utama lainnya untuk mendongkrak sektor pertanian dan kenyamanan pemukiman.

Yaitu, pembangunan sayap jembatan sebagai penguat struktur.

Pembangunan jalan makadam/pudle untuk mempermudah akses angkutan hasil pertanian warga.

Serta, pemasangan paving blok di kawasan permukiman, guna menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan bebas kumuh.

BACA JUGA :  Warga Langgenharjo Meriahkan HUT RI Lewat Bazar dan Aneka Lomba

​TMMD tidak hanya bicara soal semen dan batu.

Guna membangun ketahanan masyarakat secara holistik, program ini juga mengintegrasikan berbagai kegiatan nonfisik.

​Sejumlah penyuluhan strategis digelar selama program berlangsung.

Meliputi Pembinaan Pertahanan Negara (PPBN), wawasan kebangsaan, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), kesadaran hukum, serta bahaya narkoba.

Tak ketinggalan, edukasi di sektor kesehatan seperti program Keluarga Berencana (KB), pemberdayaan anak, hingga program krusial pencegahan stunting, turut diberikan kepada warga desa.

​Keberhasilan program ini didukung oleh sinergi pendanaan yang kuat.

Pemkab Rembang mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten.

Dukungan ini diperkuat oleh stimulan dari APBD Provinsi Jawa Tengah yang mencapai Rp239,26 juta.

​Bupati Rembang, H. Harno, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Fahrudin, menegaskan bahwa TMMD adalah potret nyata bagaimana pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan TNI bergerak bersama demi mewujudkan pemerataan pembangunan di tingkat akar rumput.

​“TMMD ini adalah wujud nyata kolaborasi lintas sektor. Sesuai dengan harapan Bapak Presiden bahwa pembangunan harus dimulai dari desa, dan hari ini kita melihat komitmen tersebut diwujudkan secara nyata di Desa Waru,” tegas Fahrudin saat menghadiri upacara penutupan.

​Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0720/Rembang, Letkol Arm Winner Fradana Dieng, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh prajurit dan warga yang saling bahu-bahu menyelesaikan target fisik tepat waktu, meski sempat terkendala faktor cuaca.

​“Alhamdulillah, walaupun sempat diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir, pelaksanaan program di lapangan sama sekali tidak terganggu. Semua selesai sesuai target,” kata Letkol Arm Winner.

​Ia juga menitipkan pesan penting kepada masyarakat Desa Waru agar merawat infrastruktur yang telah dibangun dengan semangat gotong royong yang sama.

BACA JUGA :  Wujudkan Calon Kepala Daerah dari Kalangan Nahdliyin, PPP dan PKB Perkuat Koneksi

​“Program ini dari negara untuk rakyat. Karena warga yang memanfaatkan sehari-hari, mari kita jaga dan rawat bersama, agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Kalau suatu saat ada kerusakan kecil, mari kita perbaiki bersama secara swadaya,” pungkasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini