Foto: Kondisi material pembangunan KDMP yang menutup aliran air pertanian (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Petani di Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati mengeluhkan adanya kondisi saluran air yang tertutup material pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Akibatnya, aktivitas pertanian di Desa Sarirejo sangat terganggu.
Sugiharto, seorang petani setempat menyampaikan bahwa ladang sawahnya terendam banjir berhari-hari usai hujan turun.
Kondisi ini terjadi sejak proyek pengerjaan KDMP Desa Sarirejo berjalan.
Tampak saluran air di tepi sawah yang seharusnya menjadi jalur pembuangan air menjadi tertutup, lantaran kena timbunan material.

Alhasil, petani gagal tanam maupun gagal panen.
“Sawah ini ada tempat tujuan akhir air di sini, kalau dua jam hujan, ini terendam semua. Apalagi ini dengan adanya bangunan KDMP air meluap terus, yang biasanya dua hari habis, ini dua minggu ndak habis, padahal sebelumnya menjadi pembuangan air,” ungkapnya kepada awak media, Rabu, 11 Maret 2026.
Petani meminta agar pemerintah desa (Pemdes) dan pihak pengadaan KDMP membuatkan selontong air sebagai wadah aliran air dari sawah menuju Sungai Simo.
Apalagi, saluran air itu menjadi sarana paling vital untuk kondisi saat ini.
“Semua air di Sarirejo meluap dari Kutoharjo sampai ke sini sampai Simo. Kalau bisa harapan kami sini saluran di selatan dan di timur yang ditutup itu dikasih selontong,” ungkapnya.

Ia menyayangkan dibangunnya KDMP tanpa berkoordinasi dengan masyarakat.
Bahkan, pemilihan lokasi pun tidak pernah disosialisasikan terlebih dahulu.
“Kalau bangunan udah terlanjur biar berjalan, intinya dikasih selontong. Bahkan pembangunan (KDMP) baru dimulai dua bulan ini,” tegasnya.
Ia menuturkan, sebanyak 10 hektare sawah di Desa Sarirejo terdampak genangan air, sehingga petani merugi.
Bahkan, Sugiharto merasakan kerugian Rp30 juta dari adanya imbas tersebut.
“Ini terdampak 10 hektare lebih, petani rugi total. Kedua gagal panen, tanam hilang terendam, udah dua kali,” tuturnya.

Petani sudah memberikan masukan kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 0718/Pati dan Pemerintah Desa (Pemdes) Sarirejo.
“Petani udah ngasih masukan ke Kodim dan perangkat, sekdes (sekretaris desa), katanya mau ditindaklanjuti, dilebarkan, nyatanya tetap mangkrak,” ujarnya.
Ia mengusulkan beberapa alternatif solusi agar sawah tidak terus-menerus kebanjiran.
“Saluran air ke timur dikasih selontong supaya kalau ada banjir bisa lewat sini, kali satu jalur kewalahan dari barat, timur dari utara kan bisa cepet jalannya ke timur di depan Garudafood. Dan di depan pintu Kampoeng Pati ada pintu air, begitu banjir air tidak masuk ke sawah,” paparnya.
Sementara, Kepala Desa (Kades) Sarirejo Wiku Haryanto, menjelaskan bahwa gorong-gorong akan dibangun usai KDMP tuntas.
Pihaknya mengaku sudah melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menerima masukan pembangunan aliran air di sawah.
“Ada pembangunan KDMP, aliran air untuk pengurukan setelah selesai dikembalikan lagi, dikasih gorong-gorong. Sudah dikoordinasikan dengan Kodim, sudah ada Musrenbang, sudah menerima masukan,” ungkapnya saat ditemui awak media.
Kendati demikian, Wiku belum tahu akan dibangun kapan aliran air di sekitar sawah tersebut.
Pihaknya juga telah melakukan mediasi dengan Kodim 0718/Pati.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar