Foto: Kantor SPPG Tlogowungu I (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu I saat ini sedang tidak beroperasi, usai didemo oleh penerima manfaat.
Awak media mendatangi Kantor SPPG Tlogowungu I dan terkejut, lantaran suasananya sepi.
Terdapat dua mobil dan belasan sepeda motor terparkir di halaman Kantor SPPG Tlogowungu I.
Tiga orang relawan standby ditemui oleh awak media untuk mempertanyakan kejelasan oprasi SPPG.
Mereka pun memberikan keterangan bahwa tidak ada aktivitas apapun di dalam Kantor SPPG Tlogowungu I.
“Ke sini cuma absen, karena kalau gak ada aktivitas apapun gak gajian. Di sini gak ngapa-ngapain, dari jam 9 gak ada kegiatan apa-apa,” ungkap salah satu relawan yang enggan disebutkan namanya, Senin, 2 Maret 2026.
Informasi yang dikorek, pihak yayasan akan datang ke SPPG melalukan evaluasi kerja.
Ia dan dua rekannya sedang menantikan datangnya pihak yayasan pengelola SPPG tersebut.
Pihaknya juga tidak berkenan memberikan contact person pihak yayasan atau Kepala SPPG.
Lantaran, tidak berwenang untuk menyampaikan informasi, maka ia hanya memberikan sebatas info tersebut.
“Gak punya kontak Kepala SPPG-nya. Kita belum bisa konfirmasi apapun, lebih jelasnya dari yayasan aja, nanti yayasan ke sini ada evaluasi. Kita hanya relawan, kita juga nunggu dari tadi yayasan yang berdomisili di Wedarijaksa,” ujar pria yang bertugas sebagai sopir program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Diketahui, pasca didemo oleh warga beberapa waktu lalu, pihak SPPG Tlogowungu I mengehentikan Distribusi MBG ke penerima manfaat, sehingga 35 sekolah yang menjadi sasaran program MBG tidak menerima porsi.
Lalu, pihak SPPG merilis pernyataan di media sosial (medsos) bahwa kegiatan operasional dihentikan sementara.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Pati, Indriyanto angkat bicara.
Ia pun menanggapi postingan berhentinya operasional SPPG Tlogowungu I.
“Ada penutupan sementara sampai ada evaluasi lebih lanjut dari BGN (Badan Gizi Nasional),” ujar Indriyanto ketika dihubungi melalui sambungan telepon.
Pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
Pasalnya, kejadian ketidakpuasan penerima manfaat ini terkait porsi menu dan transparansi anggaran.
“Di SPPG Rendole juga sudah penghentian sementara. Kalau di Rendole kan kejadian luar biasa jadi perlu uji lab, kalau Tlogowungu masalah menu dan transparansi menu,” pungkasnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar