Foto: gelaran lomba burung berkicau bergengsi di Rembang (Mondes/Istimewa) REMBANG – Mondes.co.id | Dunia kicau mania baru-baru ini dihebohkan dengan kisah sukses seorang warga Desa Kabongan Kidul, Kabupaten Rembang bernama Edi.
Bagaimana tidak, seekor burung Murai Batu yang awalnya ia beli dengan harga “biasa”, kini nilainya melonjak drastis hingga menyentuh angka puluhan juta rupiah.
Burung yang menjadi primadona tersebut, baru saja terjual dengan harga fantastis, yakni Rp57 juta.
Padahal, Edi mengaku modal awal untuk memboyong burung tersebut hanya berkisar di angka Rp2 juta.
Kisah ini bermula saat Edi meminang burung Murai Batu tersebut beberapa waktu lalu.
Sebagai penghobi, Edi melihat ada potensi besar pada burung tersebut, meski saat itu belum memiliki nama di arena perlombaan.
Dengan penuh kesabaran, Edi melakukan perawatan rutin, mulai dari pola makan, kebersihan kandang, hingga latihan mental.
“Awalnya beli cuma Rp2 juta. Memang saya lihat postur dan mentalnya bagus, tinggal bagaimana kita memolesnya saja di rumah,” ujar Edi saat ditemui di kediamannya.
Titik balik harga burung ini terjadi setelah ia diikutsertakan dalam sebuah gelaran lomba burung berkicau bergengsi.
Meski persaingan sangat ketat dan diikuti oleh burung-burung juara dari berbagai daerah, Murai Batu milik Edi berhasil menunjukkan taringnya.
Burung tersebut berhasil menembus posisi 5 besar.
Performa suaranya yang merdu, variasi isian yang rapat, serta gaya main yang elegan di atas tangkringan, langsung menarik perhatian para kolektor dan “bos besar” yang hadir di lapangan.
Usai turun dari gantangan, tawaran demi tawaran mulai berdatangan.
Puncaknya, seorang kolektor serius menyatakan ketertarikannya untuk meminang burung tersebut.
Setelah melalui proses negosiasi yang alot, kesepakatan akhirnya tercapai di angka Rp57 juta.
“Setelah menang 5 besar itu, langsung ada yang memantau. Alhamdulillah, laku Rp57 juta. Ini benar-benar rezeki yang tidak disangka-sangka,” tambah Edi dengan wajah sumringah.
Kisah Edi menjadi bukti bahwa hobi burung berkicau bukan sekadar kesenangan semata, melainkan bisa menjadi investasi yang sangat menjanjikan jika ditekuni dengan serius.
Di tangan perawat yang tepat, burung yang awalnya dianggap biasa, bisa bertransformasi menjadi aset berharga tinggi.
Kini, nama Edi pun semakin dikenal di kalangan komunitas kicau mania Rembang dan sekitarnya sebagai salah satu perawat burung bertangan dingin.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar