HAPPY NEW YEAR

Dua Korban Kebakaran Pabrik Busa Jepara Butuh Uluran Tangan

waktu baca 3 menit
Jumat, 30 Jan 2026 16:41 0 46 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Ahmad Reza Khamdani (25) dan Diky Riyan Saputro (35), menjadi korban kebakaran pabrik busa PT. Cengqi di Desa Pringtulis Kecamatan Mayong.

Harapan dan keringat yang mereka curahkan di sana mendadak terlalap jago merah, menyisakan trauma dan luka yang tak terlukiskan.

Kecelakaan kerja ini bukan hanya berdampak pada para pekerja, namun juga keluarga korban.

Salah satunya, Risha M yang merupakan istri dari Ahmad Reza Khamdani.

Langkah kaki Risha terdengar pelan saat memasuki Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jepara.

Wajahnya menyimpan gurat kelelahan yang tak bisa disembunyikan.

Ia datang untuk mengambil bantuan biaya pengobatan bagi suaminya yang kini masih terbaring dalam perawatan intensif di RS Columbia Semarang.

Dengan suara bergetar, Risha mengenang kembali momen kelam tersebut.

Suaminya yang telah delapan tahun setia mengabdi di pabrik itu, berada di titik paling rawan saat api mulai mengamuk.

“Mas Reza dan Diky itu kerjanya di bagian produksi paling belakang, di ujung gudang. Begitu api membesar, mereka terjebak. Tidak ada jalan keluar yang mudah,” tutur Risha, Jumat (30/1/2026).

Bagian belakang gudang yang biasanya menjadi tempat mereka menjemput rezeki, pagi itu berubah menjadi perangkap api yang menyiksa.

“Luka bakar hampir merata, kecuali bagian dada dan kaki. Dokter memperkirakan harus dirawat sekitar 3 bulan ke depan,” jelas Risha ditemani buah hatinya.

Nasib lebih memilukan menimpa rekan kerja Reza, Diky Riyan Saputro.

BACA JUGA :  Festival Buah Eksotik Berlangsung Tiga Hari di Alun-alun Jepara 

Setelah berjuang melawan luka bakar yang hampir menutupi sekujur tubuhnya, Diki akhirnya menghembuskan napas terakhir beberapa hari yang lalu.

Kepergian warga Desa Singorojo ini meninggalkan luka menganga bagi keluarganya.

Diky berpulang dengan meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil.

Kemarin, sang mertua hadir di kantor BAZNAS untuk mengambil santunan mewakili keluarga yang ditinggalkan.

Santunan tersebut menjadi bukti kepedulian masyarakat, meski tak akan pernah bisa menggantikan sosok ayah dan suami yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

Risha dan keluarga menyampaikan terima kasih kapada BAZNAS atas kepedulian yang diberikan.

Kini, doa-doa terus mengalir bagi almarhum Diky agar mendapatkan tempat terbaik.

Serta Reza, ayah satu anak yang masih berjuang di Semarang agar diberikan kekuatan untuk kembali pulang.

Tragedi kebakaran pabrik busa ini memang telah padam, namun bagi mereka yang terdampak, sisa baranya masih terasa sangat panas.

Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara, Sholih, menyampaikan rasa duka yang mendalam, terutama atas berpulangnya Diky Riyan Saputro.

“Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Santunan ini adalah wujud hadirnya BAZNAS untuk membantu meringankan beban pengobatan untuk korban kebakaran. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan yang sakit  segera diberikan kesembuhan,” ujar Sholih.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini