ramadan 2026

Umat Buddha Pati Langsungkan Pradaksina dan Puja Bhakti

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Mar 2026 11:38 0 20 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Umat Buddha di Kabupaten Pati mengadakan kegiatan Pradaksina dan Puja Bhakti di sejumlah vihara pada Selasa, 3 Maret 2026 malam.

Pradaksina dan Puja Bhakti pada Hari Raya Magha Puja 2569 BE, yakni empat peristiwa yang terjadi pada masa Buddha di malam purnama pada Bulan Magha Vihara Veluvana.

Pradaksina dan Puja Bhakti digelar di beberapa vihara.

Mulai dari di Kecamatan Cluwak, seperti Vihara Dhamma Metta di Desa Bleber, Vihara Metta Manggala di Desa Payak, Vihara Dhamma Santi di Desa Karangsari.

Vihara Glagah Wangi di Desa Giling Kecamatan Gunungwungkal, dan Vihara Candi Khemasarano di Desa Bakaran Wetan Kecamatan Juwana.

Mereka melangsungkan ritual Magha Puja sebagai pengingat untuk selalu mempraktikkan ajaran Buddha.

Penyuluh Agama Buddha Kabupaten Pati, Jumi’ah menerangkan Hari Raya Magha Puja sebagai momentum peringatan Caturangga Sanipta.

Ada pun empat peristiwa spiritual pada Caturangga Sanipta, di antaranya berkumpulnya 1.250 orang Bhikkhu tanpa diundang.

Lalu, seluruh bhikkhu telah mencapai Arahat.

“Hari Raya Magha Puja memperingai empat peristiwa Caturangga Sanipata yang terjadi pada masa Buddha di malam purnama pada Bulan Magha di Vihara Veluvana,” ungkapnya, Rabu (4/3/2026).

Lebih lanjut, seluruh bhikkhu ditasbihkan sendiri oleh Buddha.

“Seluruh bhikkhu ditasbihkan sendiri oleh Buddha dengan ungkapan, ‘Ehi Bhikkhu’. Pada saat itu, Buddha berkhutbah tentang Ovada Patimokha, yang salah satu syairnya, ‘Jangan berbuat jahat. Perbanyak kebajikan. Bersihkan hati serta pikiran. Inilah inti Ajaran Buddha’,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Rangkaian HUT Kemerdekaan ke-79 RI Dicanangkan dari Desa Tempur

Ia menyampaikan, praktik ajaran Buddha harus dijalankan oleh Umat Buddhis.

Di momen Magha Puja menjadi kegiatan bersama untuk mengendalikan diri sesuai sila dan memperbanyak kebajikan untuk peduli antar sesama makhluk.

“Momen Magha Puja harus menjadi pengingat kita semua untuk terus berpraktik ajaran Buddha, di antaranya tidak berbuat jahat adalah praktik dari pengendalian diri melalui latihan moral atau sila. Kemudian, perbanyak kebajikan dengan praktik Dana, sebagai wujud kepedulian Umat Buddha dalam meringankan penderitaan makhluk lain,” ujar Jumi’ah.

Selain itu, Umat Buddha wajib membersihkan hati dan pikiran dengan Samadhi.

“Sedangkan bersihkan hati dan pikiran adalah praktik dari meditasi (Samadhi). Batin yang bersih akan membuat ucapan dan perilaku yang bersih,” ungkapnya.

Pada pelaksanaan memperingati Magha Puja tadi malam, ia melangsungkan kegiatan Pradaksina dan Puja Bhakti di Vihara Dhamma Metta yang diikuti sebanyak 40 Umat Buddha.

Peringatan ini juga masih akan berlangsung di beberapa vihara lainnya, salah satunya Vihara Asoka Maura di Desa Plaosan yang baru melangsungkan pada 7 Maret 2026 mendatang.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini