Tujuh Dalang Cilik Jadi Bintang di Hari Jadi Jepara

waktu baca 2 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 12:21 0 55 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id |  Tujuh dalang cilik tampil dalam pagelaran wayang kulit di Alun-alun I Jepara, semalam.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Pertunjukan tersebut digelar setelah Wilujeng Nagari (ritual doa keselamatan daerah) dan doa tokoh lintas agama dalam rangka Hari Jadi Ke-477 Kabupaten Jepara.

Ribuan warga memadati alun-alun untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga akhir April.

ketua pgri

Para dalang cilik tampil bergantian membawakan lakon wayang di atas panggung.

Penampilan mereka menarik perhatian penonton, termasuk anak-anak yang mengikuti jalannya cerita.

Lakon yang dibawakan antara lain Wisanggeni Lahir, Bima Bungkus, Babad Wanamarta, dan Pandawa Syukur.

Cerita disajikan secara estafet oleh para dalang.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, rangkaian kegiatan tahun ini menjadi ruang kebersamaan, sekaligus upaya pelestarian budaya.

“Kegiatan ini bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum untuk menjaga budaya dan memperkuat kebersamaan masyarakat Jepara,” ujarnya.

Ia menambahkan, agenda sepanjang April menjadi ruang keterlibatan masyarakat.

Dampak berantai juga dirasakan pada berbagai sektor ekonomi di daerah.

Ia menyebut, keterlibatan dalang cilik menjadi bagian dari upaya regenerasi pelaku seni tradisi.

Pihaknya memberi ruang bagi generasi muda untuk tampil agar seni wayang tetap diminati.

Salah satu dalang cilik, A.F. Gunawan (13), mengaku senang bisa tampil di hadapan ribuan penonton.

“Senang sekali bisa tampil di sini dan ditonton banyak orang,” kata dia.

Penonton lainnya, Savitri (33), warga Kecamatan Batealit, mengaku terkesan dengan penampilan para dalang cilik.

BACA JUGA :  Skuad Persipa Duel Kontra Persekat Sore Ini

“Anak-anak jadi ikut tertarik menonton wayang. Ini bagus untuk mengenalkan budaya sejak kecil,” ungkapnya.

Selain pertunjukan wayang, penonton juga disuguhi tari Ula-ula dari penari asal Karimunjawa serta tembang oleh waranggana cilik.

Warga bertahan di kawasan alun-alun hingga larut malam.

Pengunjung pun mengikuti makan tumpeng bersama yang digelar di lokasi acara.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini