Foto; Polres Rembang melaksanakan pengamanan kegiatan tradisi Larung Sesaji Syawalan (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Sabuk pesisir utara Jawa, tepatnya di Desa Tasik Agung, berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (28/3/2026) pagi.
Ribuan warga tumpah ruah merayakan tradisi tahunan Larung Sesaji Syawalan, sebuah warisan budaya yang menjadi magnet kuat bagi masyarakat Rembang dan sekitarnya.
Guna memastikan gelombang massa tetap tertib dan khidmat, Polres Rembang menerjunkan pengamanan berlapis sejak fajar menyingsing.
Pantauan di lapangan, menunjukkan personel kepolisian sudah siaga di titik-titik krusial mulai pukul 06.00 WIB, menjangkau rute strategis dari Desa Tasik Agung, Jalan Diponegoro, hingga Jalan Dr. Wahidin.
Langkah preventif ini dipimpin langsung oleh Kapolres Rembang, AKBP M. Faisal Pratama.
Kehadiran orang nomor satu di kepolisian Rembang ini, menegaskan komitmen institusi dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah perayaan besar masyarakat.
”Kami hadir bukan sekadar untuk berjaga, tapi untuk memastikan setiap warga yang datang merasa aman dan nyaman. Ini adalah komitmen kami memberikan pelayanan terbaik agar tradisi luhur ini berjalan tanpa kendala,” tegas AKBP M. Faisal Pratama di sela-sela pemantauan arus massa.
Operasi pengamanan yang merupakan kolaborasi apik, melibatkan Pejabat Utama (PJU), Personel Polres, dan jajaran Polsek, Personel TNI, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rembang.
Sebelum terjun ke lapangan, Wakapolres Rembang memimpin apel kesiapan, guna memastikan setiap personel memahami tugas di titik plotingnya masing-masing.
Fokus utama petugas terbagi menjadi tiga aspek, yakni penjagaan ketat di titik pelarungan sesaji untuk mencegah insiden di area perairan.
Rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus, guna mengurai kemacetan di jalur utama Pantura yang berdekatan dengan lokasi acara.
Patroli jalan kaki di area parkir dan pusat keramaian untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas.
Hingga berakhirnya prosesi pada pukul 11.00 WIB, situasi dilaporkan sangat kondusif.
Tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas menonjol, dan arus lalu lintas yang sempat padat berhasil terurai dengan cepat berkat kesigapan petugas di lapangan.
Sukadi, Seorang pengunjung dari Kecamatan Kaliori, memberikan apresiasinya terhadap kenyamanan tahun ini.
“Tahun ini terasa lebih tertib. Petugas banyak yang membantu mengarahkan jalan, jadi meskipun ramai sekali, kami tetap merasa tenang membawa keluarga,” ujarnya.
Dengan suksesnya pengamanan ini, tradisi Larung Sesaji Syawalan 2026 tidak hanya menjadi seremoni syukur atas hasil laut.
Namun, juga bukti nyata sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga harmoni di Kabupaten Rembang.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar