Terjadi Ledakan Pasien, RS KSH Tayu Over Kapasitas Hingga Dirawat di Dalam Mobil

PATI-Mondes.co.id| Peningkatan angka pasien covid-19 di Kabupaten Pati terus melonjak. Tak hanya rumah sakit yang berada di Kota Pati yang mengalami kekurangan tempat untuk ruang isolasi, over kapasitas juga terlihat di RS di Kecamatan Tayu.

Seperti yang terjadi di RS Keluarga Sehat Hospital (KSH) Tayu, satu pasien tampak menjalani perawatan di dalam mobil jenis sedan yang terparkir di halaman rumah sakit. Hal itu dikarenakan banyaknya pasien yang tak mengantre untuk mendapatkan ruang perawatan. Dari data Dinas Kesahatan Pati, setidaknya terdapat 33 pasien covid yang dirawat di KSH Tayu.

“Mulai hari ini banyak pasien yang menumpuk di luar ruangan IGD. Tadi memang ruangan penuh semua,” ujar Sugeng, salah satu keluarga pasien asal Dukuhseti, Senin (14/6/2021) malam.

Hal senada juga diungkapkan Teguh Bandang Waluyo, anggota DPRD Kabupaten Pati. Dikatakan, akibat meningkatnya jumlah pasien covid, malam ini belasan pasien tertunda mendapatkan ruang perawatan.

“Setidaknya tadi ada 14 pasien yang mengantre di ruangan IGD. Bahkan tadi ada 3 pasien terpaksa dirawat dalam mobil di halaman rumah sakit. Namun menjelang tengah malam tinggal 1 pasien yang dirawat di dalam mobil,” ujarnya.

Ia berharap, Pemkab Pati segera mengambil langkah cepat guna menangani ledakan jumlah pasien yang terpapar covid. Karena dikhawatirkan jumlah warga yang terkena covid semakin meluas.

“Kalau bisa penanganan pasien covid bisa dipusatkan di salah satu tempat saja. Seperti di RSUD harusnya bisa dimaksimalkan untuk penanganan pasien covid yang ada di Pati. Kalau di Jakarta ya seperti di Wisma Atlet,” pinta Bandang.

Dirinya menghimbau, agar warga Pati semakin waspada dengan gelombang covid pasca lebaran ini. Mengingat sejumlah daerah, seperti di Kudus, Demak, Jepara dan daerah lain di Karisidenan Pati saat ini angka penyebarannya terus meningkat. Terlebih varian baru, yakni Covid Delta sudah ditemukan di Kudus.

“Masyarakat harus tetap hati-hati dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kurangi aktivitas berkerumun, dan batasi kegiatan di luar,” harapnya.

(Ed/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.