Foto: Mobil pembeli BBM di SPBU Gajahmati yang ditinggal begitu saja oleh pemiliknya, Jumat (28/9/2024) (istimewa/Mondes) PATI – Mondes.co.id | Seorang pria asal Kabupaten Pati bernama Sapil nekat meninggalkan mobilnya di SPBU Gajahmati pada Sabtu (28/9/2024).
Ia mengatakan, hal tersebut dilakukan lantaran merasa geram dengan kebijakan SPBU yang secara sepihak memberlakukan sistem barcode untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.
Padahal, pemilik mobil Avanza warna putih tersebut mengaku, dia hanya mengisi pertalite sebesar Rp100.000, karena tidak mempunyai barcode, petugas SPBU tidak mau mengisi BBM untuk kendaraan miliknya.
“Ya mas tidak diisi karena ndak punya barcode, jadi mobilnya saya tinggal,” ujarnya.
Dirinya mengaku, pada saat itu mobil miliknya benar-benar kehabisan BBM dan tidak bisa lagi dihidupkan.
Ia sudah berusaha menjelaskan kepada petugas SPBU di sana bila mobilnya sudah tidak bisa lagi distarter, namun petugas SPBU dengan ketusnya menyuruh Sapil untuk mendorong mobilnya saja.
Merasa geram dan tidak diperlakukan selayaknya konsumen, akhirnya Sapil mengunci kendaraan miliknya dan meninggalkan begitu saja di SPBU tersebut.
“Sudah saya jelaskan BBM-nya habis sampai tidak bisa distarter, malah disuruh buat didorong saja,” ucapnya kesal.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini