Stabilkan Harga Jelang Ramadan, Gerakan Pangan Murah Jateng akan Digelar 308 Kali

waktu baca 2 menit
Sabtu, 14 Feb 2026 08:21 0 222 Dian A.

SEMARANG – Mondes.co.id | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan menggelar 308 kali gerakan pangan murah (GPM).

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Gerakan tersebut akan diselenggarakan di seluruh daerah, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota sampai Maret 2026.

“Jadi, kita sudah punya jadwal untuk kegiatan gerakan pangan murah ini,” kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat meninjau Gerakan Pangan Murah di Halaman Kantor TVRI Jawa Tengah, kemarin.

ketua pgri

Luthfi menjelaskan, gerakan pangan murah ini juga menjadi program nasional.

Jawa Tengah diawali di daerah Pucang Gading, Mranggen, Demak.

Lokasi tersebut dipilih karena merupakan daerah perbatasan dengan Kota Semarang.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat sekitar terkait kegiatan tersebut.

Secara umum, ketersediaan pangan pokok strategis di Jawa Tengah dalam kondisi surplus.

Namun, awal Februari ini, memang terindikasi ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama menjelang Ramadan.

Beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan, antara lain cabai yang naik sekitar 35,7% dari Harga Acuan Pembelian (HAP) menjadi Rp77.800 per Kg.

MinyaKita Rp16.300 per liter atau naik 3,4% dari Harga Acuan Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Daging kerbau beku Rp110.000 per Kg atau naik 38,4% dari HPP Rp80.000 per Kg.

Jagung untuk peternak ayam petelur Rp6.250 per Kg atau naik 7,4% dari HPP Rp5.500 per Kg.

“Ada kenaikan tapi belum signifikan, kecuali cabai yang hampir mendekati angka Rp80 ribu. JTAB sudah kita perintahkan untuk melakukan penetrasi harga di seluruh pasar,” jelasnya.

BACA JUGA :  Baznas Jateng Distribusikan Modal Usaha untuk Ribuan Mustahik di Pati dan Rembang

Oleh karenanya, GPM menjadi salah satu langkah strategis, guna mengendalikan harga bahan pokok supaya stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

Dalam kegiatan GPM di Pucang Gading, setidaknya ada 11 pelaku usaha yang terlibat, termasuk kelembagaan lain.

Seperti Bulog, RNI, PPI, JTAB, UMKM Binaan DKP Provinsi Jawa Tengah, Gapoktan Catur Tani Demak, Poktan Mudo Manunggal Roso, CV. Futago Farm Demak, UMKM Sedap Arum Demak, Ayam Komsiah Semarang, dan Primafood.

Selain GPM, langkah strategis lain untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting adalah melakukan penyisiran yang dilakukan oleh Satgas Pangan Jawa Tengah.

Penyisiran juga untuk mengantisipasi adanya spekulan-spekulan.

“Harus kita sisir, mulai dari hilirisasi petani, distributor, sampah ke tempat penjualan dan konsumen,” tegasnya.

Seorang warga Pucang Gading, Nuraini, mengaku senang dan sangat terbantu sekali dengan adanya gerakan pangan murah tersebut.

Apalagi, harga yang dijual lebih murah dari di pasar.

“Ini ada beras, telur, cabai. Cabai ini jauh lebih murah, segini kalau di pasar hampir Rp100 ribu, di sini cuma Rp65 ribu. Minyak juga lebih murah,” ujarnya usai belanja bersama warga lain sembari menunjukkan barang belanjaan.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini