Ruang Kelas Ambruk, Pembelajaran Siswa SDN Mencon Harus Mengungsi

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 14:52 0 59 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Kondisi ruang kelas I, II, III, dan IV di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mencon, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati mengalami kerusakan parah.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Dinding, atap, dan tiang penyangga mengalami kerusakan, bahkan roboh.

Saat ini, mereka terpaksa mengosongkan ruang kelasnya.

Kepala SDN Mencon, Muhammad Yasin Amin, menerangkan bahwa 90 persen bangunan SD yang ia pimpin rusak parah.

ketua pgri

Kondisi ini membuat mereka terpaksa belajar di rumah warga terdekat, lantaran kelasnya tak layak untuk digunakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Bahkan, kelas I melangsungkan KBM di balai desa, kelas II di rumah salah satu perangkat desa (Perades), kelas III di rumah guru, dan kelas IV di kantor pemerintah desa (Pemdes).

“Hampir 90 persen bangunan kelas tidak layak ditempati. Kelas yang lain, empat kelas pembelajaran tidak di sekolah lagi, ada yang rumah penduduk, di rumah kepala desa, dan lain sebagainya,” ungkapnya kepada awak media, Selasa, 14 April 2026.

Sedangkan, siswa kelas IV dan V masih melangsungkan KBM di tempat walaupun kondisinya mengkhawatirkan. Mereka pun tak nyaman dengan keadaan yang ada.

Rusaknya bangunan berdampak pada 80 murid yang bersekolah di SDN Mencon. Kemudian, 13 tenaga pendidik (tendik) juga pekerjaannya terganggu.

“80 anak dan tenaga pendidik ada 13. Jadi untuk sistem pembelajaran terganggu, itu memakan waktu dan mengkhawatirkan keselamatan anak karena pengawasan tidak bisa maksimal,” urainya.

Keterbatasan ruang belajar ini pun membuat siswa tidak nyaman, salah satunya dirasakan oleh Ikhsan.

BACA JUGA :  10 Parpol di Rembang Aktifkan Transparansi, LPJ Bantuan Keuangan Diserahkan Tepat Waktu

Siswa kelas III itu merasa sedih lantaran sekolahnya roboh, sehingga memaksa ia dan teman-teman belajar di rumah gurunya.

Bahkan, ia menyebut robohnya sekolah membuat luka di hati.

Pasalnya, bangunan sekolah tercinta harusnya menjadi naungan nyaman untuk belajar, bukan malah menjadi lokasi terjadinya insiden.

Ikhsan mengaku merasa rindu dengan sekolah dan kurang nyaman belajar di tempat lain.

“Ruang kelasnya ambruk karena sekolahnya lapuk. Belajarnya nggak nyaman, lesehan, nggak nyaman karena panas dan sempit-sempitan,” ungkapnya.

Ia berharap, SDN Mencon dapat berbenah dalam hal sarana dan prasarana.

“Harapan semoga sekolahnya diperbaiki, bisa belajar lagi,” harapnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini