Foto: Siswi SMAN 1 Pati, Trishanindya Putri meraih nilai SNBP 2026 tertinggi dan dinyatakan lolos Ilmu Kedokteran Undip (Mondes/dok. pribadi) PATI – Mondes.co.id | Tiap siswa pasti merasa bangga lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impian melalui jalur prestasi.
Tambah bangga ketika lolos dengan nilai tertinggi se-kabupaten, sebagaimana Trishanindya Putri (17), yang lolos ke Universitas Diponegoro (Undip) lewat Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) tahun 2026.
Siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pati itu meraih skor 95,2 dan menghantarkannya lolos ke PTN impian.
Ia bersyukur diterima jurusan Ilmu Kedokteran Undip. Ia pun bahagia bisa membawa melambungkan nama almamater.
“Pastinya senang dan bersyukur banget, bahkan awalnya sempat speechless waktu lihat pengumuman. Selain itu, rasanya bener-bener lega karena semua pengorbanan waktu ngerjain tugas, belajar buat olimpiade, sampai harus bagi waktu main ternyata terbayar lunas. Aku juga bangga karena lewat pencapaian ini, aku bisa membawa nama baik diriku, keluarga, dan pastinya almamater SMANSA,” tutur siswi asal Desa Plangitan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati kepada Mondes.co.id, Sabtu, 11 April 2026.
Gadis yang kerap disapa Anin itu berusaha memulai perjuangannya kuliah di tahun ajaran baru mendatang di program studi dan kampus yang menjadi dambaan.
Ia akan aktif berekplorasi untuk mendapat ilmu dan pengalaman ketika nanti di pendidikan tinggi.
“Harapanku diterimanya di Kedokteran Undip ini bukan jadi garis finish dari perjuanganku, tapi justru jadi garis start buat belajar lebih dalam lagi. Aku nggak mau cuma sekadar lulus, tapi aku pengen bisa survive, aktif eksplorasi banyak hal baru di kampus, dan membangun relasi yang luas,” ucapnya.
Ia juga akan mengembangkan jejaring, demi bisa bermanfaat untuk masyarakat.
Hal itu menurutnya sebagai cara mengaplikasikan ilmu yang diperoleh.
“Ke depannya aku berharap ilmu yang aku pelajari nanti nggak cuma berakhir di buku, tapi bisa benar-benar aku aplikasikan untuk bantu meningkatkan awareness dan kualitas kesehatan masyarakat, sekecil apapun itu langkahnya,” ungkap Anin dalam bertekad.
Diketahui, Anin punya motivasi belajar yang sangat tinggi, bahkan awal masuk kelas X SMA pun ia sudah memikirkan masa depannya pasca lulus SMA.
Visi ini jarang dimiliki oleh siswa lain sepantarannya, sehingga ia belajar tekun untuk mendapatkan banyak prestasi penunjang lolos SNBP tahun ini.
“Makanya dari awal masuk kelas X, aku udah set goals untuk konsisten jaga nilai rapor dan rajin ikut olimpiade. Aku pengen membuktikan ke diri sendiri dan orang tua kalau aku bisa meraih cita-cita ini lewat jejak usahaku sendiri selama tiga tahun di SMA,” tegas perempuan kelahiran 22 Mei 2008 itu.
Selama sekolah, Anin sangat menyukai pelajaran Biologi, dari mata pelajaran tersebut menghantarkannya ikut ajang perlombaan dan ukir prestasi akademik.
“Selama SMA aku memang cukup fokus mengembangkan minatku di bidang Biologi dan Kedokteran. Berbagai prestasi pernah saya raih,” urainya.
Anin meraih berbagai prestasi level nasional seperti Juara 1 National Youth Biology Olympiad (NYBO) tahun 2025.
Juara 2 Medical Olympiad for School (MEDFOS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (UNAND) tahun 2024, dan Finalis Kompetisi Sains Ruangguru (KSR) Bidang Biologi di tahun 2024 dan di tahun 2025.
Ia juga meraih prestasi di level daerah mulai dari Peringkat 4 Peringkat 4 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Biologi Tingkat Kabupaten Pati tahun 2024, lalu Juara 3 Piala Hasri Ainun Habibie Bidang Biologi Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024.
“Aku punya minat menggambar, itu bukan cuma sekadar hobi, tapi juga jadi cara ampuh buat refreshing pikiran di sela-sela jadwal belajar yang padat. Serunya lagi, kebiasaan visual dari menggambar ini secara nggak langsung ngebantu aku pas lagi belajar, terutama buat memahami materi-materi yang butuh visualisasi bentuk atau struktur seperti Biologi,” bebernya.
Kedua orang tua Anin menjadi teladan baginya, pengabdian dan dedikasi kedua orang tuanya untuk masyarakat luas membuat Anin merasa bangga sehingga terinspirasi.
“Aku lahir dan tumbuh di keluarga berlatar belakang kesehatan, ayah dan ibu adalah dokter. Dari kecil udah terbiasa melihat mereka bantu orang sakit, sehingga secara nggak langsung ngasih impact besar buat aku. Melihat dedikasi mereka bikin aku mikir, ‘Wah aku juga pengen bisa bawa manfaat nyata buat orang lain’,” terangnya.
Bagi Anin, terpilih menjadi calon mahasiswa Ilmu Kedokteran merupakan suatu pencapaian luar biasa.
Pasalnya, persaingan kuliah di jurusan tersebut amat ketat.
“Motivasiku sebenarnya nyambung banget sama latar belakang keluargaku. Aku pengen meneruskan jejak orang tua menjadi dokter, dan aku sadar banget kalau masuk Kedokteran itu saingannya luar biasa ketat,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar