Foto: Salah satu peserta program pertukaran murid dan guru lokal, Dina Wahdaturrahmah (Mondes/Istimewa) KUDUS – Mondes.co.id | Sebanyak 290 murid dan 62 guru dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan belajar dan mengajar di sekolah yang berbeda selama dua pekan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyatakan program ini bukan sekadar memindahkan guru dan murid.
Namun, menjadi wadah berbagai pengalaman, metode pembelajaran, serta membangun kolaborasi antar sekolah.
“Langkah tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara sekolah yang selama ini dianggap favorit dengan sekolah lainnya,” ungkapnya, Jumat, 24 Juli 2026.
Sebagai informasi, program pertukaran murid dan guru lokal ini berlangsung mulai 27 Juli hingga 8 Agustus 2026.
Selama kegiatan berlangsung, setiap kepala sekolah (Kepsek) diminta menyusun catatan harian mengenai perkembangan dan hasil pengamatan peserta.
“Selama kegiatan berlangsung, setiap kepala sekolah diminta menyusun catatan harian mengenai perkembangan dan hasil pemahaman peserta. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan Pemerintah Kabupaten Kudus untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, sarana-prasarana, serta sistem pembelajaran, demi terwujudnya pemerataan mutu pendidikan di seluruh sekolah,” urainya.
Salah satu guru peserta program itu, Dina Wahdaturrahmah menyambut positif program tersebut.
Ia menilai, pertukaran guru menjadi kesempatan untuk mempelajari metode pembelajaran baru, sekaligus berbagai pengalaman dengan rekan guru di sekolah tujuan.
“Menjadi kesempatan mempelajari metode pembelajaran baru, sekaligus berbagai pengalaman dengan rekan guru di sekolah tujuan,” papar guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Undaan.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini