Polres Pati Gilas Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Jelang Pergantian Tahun 2021

PATI-Mondes.co.id| Ribuan botol minuman keras (Miras) ilegal dimusnahkan di halaman Mapolres Pati. Minuman keras tersebut disita oleh Kepolisian dari penjual dan lokasi penyakit masyarakat (pekat) dalam operasi yang dilakukan mendekati akhir tahun. Pada, Jumat (31/12/2021).

Miras terdiri dari berbagai jenis merk, Seperti arak, anggur merah (Amer), beras kencur topi miring dan lainnya. Ribuan Miras yang dimusnahkan ini adalah hasil operasi Cipta Kondisi jelang Operasi Lilin Candi 2021.

Miras tersebut dimusnahkan dengan dikumpulkan terlebih dahulu pada satu titik di atas anyaman bambu. Setelah itu digilas menggunakan satu unit kendaran alat berat jenis slender.

Pemusnahan miras tepat di akhir tahun ini dipimpin oleh Kapolres Pati AKBP Christian Tobing, turut menghadiri Bupati Pati Haryanto, Dandim Pati, Satpol PP serta perwakilan DPRD kabupaten Pati, Pengadilan Negeri (PN), Kejari Pati.

“Dalam kegiatan kali ini kami memusnahkan sebanyak 7.684 botol minuman keras,” ungkap Kapolres Pati kepada awak media sebelum penggilasan.

Pemusnahan barang bukti miras dalam operasi pekat dijalankan dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar kondusif. Utamanya adalah menjelang tepat pergantian tahun 2021 ini.

Menurut Kapolres Pati, pemusnahan miras di akhir tahun ini sebagai bentuk peringatan kepada masyarakat yang lain. Dengan memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat kabupaten Pati untuk betul-betul menjauhi minuman keras.

“Apabila mengkonsumsi minuman keras pastinya akan melakukan hal-hal yang berkaitan dengan tindak pidana, maupun kaitannya dengan masalah yang meresahkan situasi kamtibmas di masyarakat,” jelasnya.

Sementara Bupati Pati Haryanto menyampaikan pemusnahan miras adalah salah satu upaya yang dilakukan aparat keamanan. Karena perayaan tahun baru identik dengan beserta minum-minuman keras. Ini dilakukan juga kaitannya untuk memberantas penyakit masyarakat.

“Minuman keras ini adalah sebagai pemicu dan pemacu adanya pertengkaran akibat miras. Oleh karena itu, manakala ditemukan tempat pengoplosan, tempat penjualan miras sampaikan saja ke petugas keamanan,” ujar Haryanto.

Dengan begitu, bisa terbebas dari penyakit masyarakat. Menurutnya penyakit masyarakat tidak hanya miras, melainkan ada judi maupun prostitusi termasuk penyakit yang meresahkan di tengah masyarakat.

(Dn/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.