Foto: RSUD Rembang yang berada di pusat kota (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus berkomitmen melakukan pemerataan fasilitas pelayanan publik.
Langkah strategis terbaru diwujudkan melalui rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru yang akan dipusatkan di wilayah Rembang bagian timur.
Bupati Rembang, H. Harno, mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah konkret dengan menyiapkan lahan strategis untuk proyek tersebut.
Proses pembebasan lahan direncanakan akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Bupati menjelaskan bahwa saat ini komunikasi dengan pemilik lahan telah mencapai kesepakatan terkait harga dan lokasi.
Hal ini menjadi titik terang bagi realisasi proyek yang telah dinantikan masyarakat.
“Tahun ini saya akan membebaskan lahan. Lahannya sudah ada dan sudah deal harga, lokasinya berada di sebelah utara jalan utama,” ujar Harno, Senin (26/1/2026).
Selain fokus pada pengadaan lahan, Pemkab Rembang secara paralel tengah menyusun Detail Engineering Design (DED).
Dokumen ini akan menjadi cetak biru teknis sebagai syarat utama tahapan pembangunan fisik.
Bupati menargetkan, pada akhir tahun 2026, usulan pembangunan RSUD Rembang Timur tersebut sudah dapat diajukan ke pemerintah pusat, guna mendapatkan dukungan anggaran.
Berdasarkan kajian awal, kebutuhan anggaran untuk pembangunan fisik rumah sakit tersebut diproyeksikan berkisar antara Rp50 miliar hingga Rp100 miliar.
Besaran anggaran ini nantinya akan menyesuaikan dengan spesifikasi bangunan serta kapasitas layanan medis yang direncanakan.
Pembangunan ini dianggap krusial, mengingat saat ini Kabupaten Rembang baru memiliki satu rumah sakit pelat merah, yakni RSUD dr. R. Soetrasno yang berlokasi di pusat kota (Kecamatan Rembang).
Rencana ini menuai respons positif dari masyarakat di perbatasan, salah satunya dari wilayah Kecamatan Sarang.
Asrori, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kehadiran rumah sakit di wilayah timur akan sangat meringankan beban masyarakat.
“Selama ini kalau membutuhkan layanan rumah sakit, kami harus ke Rembang kota atau Lasem. Jaraknya jauh, sekitar 45 kilometer. Biaya transportasi cukup besar, apalagi bagi warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi,” ungkapnya.
Dengan adanya RSUD baru ini, diharapkan ketimpangan akses kesehatan antara wilayah kota dan pelosok dapat terminimalisir.
Sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Rembang secara menyeluruh.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar