Pemilihan Ketua Pasopati Diduga Ada Indikasi Bagi – bagi Uang ke Sejumlah Kades

PATI-Mondes.co.id| Pemilihan Ketua Paguyuban Solideritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati) terindikasi terjadi kecurangan. Hal itu menyusul lantaran adanya informasi money politik (bagi-bagi uang), yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades), yang juga sebagai tim sukses untuk memenangkan salah satu calon Ketua Pasopati.

Data yang dihimpun media, Tindakan bagi- bagi uang itu diberikan kepada sejumlah Kades di wilayah Kecamatan Jaken untuk memenangkan salah satu calon Ketua Pasopati.

“Ini baru informasi, dan uang yang diberikan ke sejumlah Kades itu sebesar Rp 1 juta, untuk memenangkan salah satu calon agar bisa terpilih sebagai Ketua Pasopati,” ungkap salah satu Kades yang enggan disebutkan Jumat, (17/9/2021).

Hal senada juga disampaikan salah satu Kades di wilayah Jakenan. Menurutnya, sangat disayangkan apabila pelaksanaan pemilihan Ketua Pasopati harus bagi – bagi uang. Belum diketahui uang itu bersumber dari mana, hanya saja bagi – bagi uang itu dilakukan oleh salah satu tim sukses untuk memenangkan salah satu calon.

“Sangat disayangkan kalau sampai itu terjadi, dan informasinya Rp 1 juta diberikan ke Kades diwilayah Kecamatan Jaken untuk memenangkan nomor pendaftar 3,” ujarnya.

Panitia penyelenggara Pemilihan Ketua Pasopati Kabupaten Pati Hermanto ketika dikonfirmasi membenarkan informasi adanya bagi – bagi uang kepada sejumlah Kades untuk memenangkan salah satu calon Ketua Pasopati. Pihaknya, saat ini sudah menyuruh orang untuk mencari tahu dan mengumpulkan bukti-bukti apabila itu terjadi.

“Saya baru menerima laporan dari teman-teman di wilayah sana dapil 4, dan saat ini saya juga sudah suruh teman-teman untuk ambil bukti, apabila terbukti biar nanti klarifikasi ke panitia,” katanya.

Sesuai informasi, Kata Mantan Kades Nggrogol itu mengaku bahwa bagi-bagi uang yang dilakukan oleh tim sukses calon Ketua Pasopati itu dilakukan agar para Kades di wilayah Jaken memilih salah satu calon dengan nomor urut pendaftar 3 untuk bisa memenangkan kursi Ketua Pasopati.

“Saya sudah hubungi ketua panitia, apabila terjadi money politik, kami dari tim 5 akan mengundang ketua paguyuban di 21 Kecamatan untuk melakukan diskusi dan mencari solusi,” ujarnya.

Disinggung soal diskualifikasi, Dirinya mengaku belum bisa memberikan keputusan, karena itu nanti tergantung dari hasil kesepakatan panitia penyelenggara, Ketua Paguyuban, dan calon, karena sebagai penyelenggara tidak berani mengambil sikap, tanpa ada dukungan dari 21 ketua paguyuban.

“Kami belum berani mengambil sikap untuk diskualifikasi ataupun penundaan apabila terbukti, hanya saja kita akan lakukan rapat dan sepakati bersama dengan Ketua Paguyuban di 21 Kecamatan untuk menentukan sikap,” tandasnya.

(Hdr/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.