Foto: Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Gelaran Ops Keselamatan Semeru 2026 pada 2-15 Februari 2026, bukan hanya tentang penegakan hukum, namun juga upaya pencegahan.
Termasuk langkah antisipasi, guna meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas.
Sebagaimana dilakukan oleh jajaran Satlantas Polres Trenggalek dengan secara terstruktur menggencarkan sosialisasi keselamatan kepada khalayak.
Kemudian, rutin memeriksa kelayakan operasional kendaraan angkut umum serta angkutan wisata melalui ramp check .
Dihubungi Mondes.co.id, Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Sony Suhartanto, menyebut jika kegiatan yang dilaksanakan lebih kepada implementasi keselamatan bagi seluruh masyarakat.
Menggandeng stakeholder terkait yakni Dinas Perhubungan, pemeriksaan menyeluruh tersebut untuk memastikan kendaraan benar-benar laik jalan dan lengkap.
“Ramp check ini adalah upaya antisipasi, sehingga kendaraan benar-benar layak beroperasi. Pengecekan mulai rem, lampu, ban dan perlengkapan surat-suratnya,” ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.
Agenda itu, lanjut AKP Sony, bukan hanya menyasar terminal atau Mobil Penumpang Umum (MPU) saja, namun meliputi garasi serta lokasi wisata.
Petugas gabungan memeriksa setiap moda transportasi sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada.
Kemudian, usai kendaraan dinyatakan lolos pemeriksaan, akan dipasang stiker khusus sebagai penanda kelayakan.
“Dari pemeriksaan, dipastikan seluruh kendaraan operasional dinyatakan laik jalan dan lengkap,” imbuh Kasatlantas.
Masih menurut dia, satgas Ops Keselamatan Semeru 2026 juga massif memberikan edukasi melalui pendidikan masyarakat (Dikmas).
Melalui pola komunikatif, informasi, maupun imbauan mengenai tertib berlalu lintas.
Bukan hanya di sekolah, tapi disisipkan dalam obrolan santai bersama semua unsur.
Seperti pedagang pasar, pangkalan ojek, serta lokasi-lokasi aktivitas publik lainnya.
“Meski masuk kategori kota kecil, di wilayah Trenggalek angka kecelakaannya cukup tinggi,” tandasnya.
AKP Sony menegaskan, terdapat tiga prioritas kegiatan dalam Ops Keselamatan Semeru 2026.
Meliputi metode preventif 40 persen, preemtif 40 persen, dengan 20 persen penegakan hukum.
Upaya pencegahan yang dioptimalkan, sedangkan penindakannya melalui tilang manual maupun melalui ETLE mobile dan statis.
Pun begitu, sebagai bentuk kepastian hukum bagi pengguna jalan yang melanggar, tetap ditindak tegas.
“Bagi yang melakukan pelanggaran lalu lintas tetap ditindak sesuai aturan,” pungkas Kasatlantas ramah ini.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar