Nabung Sehari Rp10 Ribu, Penjual Tempe Soneyan Bisa Naik Haji

waktu baca 2 menit
Sabtu, 25 Apr 2026 11:42 0 36 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Keseharian Siti Nafiah bekerja sebagai pembuat tempe secara tradisional.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Di dapur sederhana yang berlokasi di Dukuh Kedungpanjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Siti mengolah kedelai pilihan yang difermentasi menjadi bahan makanan khas Nusantara itu.

20 tahun ia menjalani usaha membuat tempe dan menjajakannya ke pembeli.

Hingga akhirnya kesempatan panggilan Allah SWT untuk ke Tanah Suci pun datang padanya.

ketua pgri

Tabungan Siti akhirnya cukup untuk menghantarkannya berangkat ibadah haji ke Mekkah, Arab Saudi di tahun 2026 ini.

Mulanya, pada 2012, Siti mendaftar ibadah haji, sehingga ia harus bersabar untuk menunggu antrean.

Keteguhan bekerja dan keuletan menabung setiap hari Rp10 ribu, membawanya bisa memenuhi panggilan Illahi ke Tanah Suci Mekkah Al Mukkaromah.

Jumlah yang bagi sebagian orang mungkin kecil, tetapi bagi Siti, itulah kunci yang perlahan membuka jalan menuju impiannya.

“Keuntungan tak seberapa, setiap hari menyisihkan uang kadang hanya Rp10 ribu. Seminggu kalau kondisinya memungkinkan bisa nabung Rp100 ribu,” ucap Siti kepada awak media, Sabtu, 25 April 2026.

Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Pepatah tersebut berhasil dibuktikannya hingga detik ini.

Berbagai rintangan kerap ia temui tiap harinya.

Terlebih, hidup yang serba keras terbentur dengan persoalan kebutuhan yang membuatnya berpikir dua kali untuk mengisi celengan.

Namun, Siti tetap konsisten menabung walau situasi serba sulit, demi menunaikan Rukun Islam yang ke-5.

“Kalau ada kebutuhan lain ya tidak bisa nabung, tapi tetap diusahakan sedikit-sedikit,” ungkap wanita 58 tahun.

BACA JUGA :  Mengenal Desa Sampok, Sentra Durian di Pati Utara

Ia dijadwalkan berangkat ibadah haji pada 7 Mei 2026 nanti bersama Winoto suaminya.

Siti bahagia dapat melangsungkan ibadah haji dari jerih payah yang dibangun selama 14 tahun lamanya.

“Senang sekali, tidak menyangka bisa berangkat dari jualan tempe. Berangkat tanggal 7 Mei 2026 besok,” terangnya.

Selain mampu naik haji, Siti juga berhasil membesarkan ketiga anaknya dengan hasil dari jualan tempe.

Bahkan, anak-anaknya sudah lulus kuliah dan kini bekerja di luar kota.

Pendapatannya per hari dari berdagang tempe Rp150 ribu.

Setiap hari ia dibantu suami memproduksi 8 kilogram tempe.

Dalam sepekan, Siti mengeluarkan biaya Rp500 ribu.

Nominal tersebut digunakan sebagai modal memproduksi tempe dari 50 kilogram kedelai yang dibelinya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini